Kejati Sita 16 Sertifikat Aset Pemkot Mataram Di Kawasan Cilinaya

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sebanyak 16 sertifikat bukti penjualan aset Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang berada di kawasan Cilinaya Mataram Mall, disita oleh pihak kejaksaan.

Kajati NTB melalui Kasi Penkum dan Humas I Made Sutapa kepada wartawan di Mataram, Kamis (28.1), mengatakan 16 sertifikat yang diduga menyalahi aturan Hak Guna Bangunan (HGB) itu didapat langsung dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram.

“Sertifikat yang diduga telah menyalahi aturan HGB sudah dikantongi tim. Keseluruhannya kami dapatkan langsung dari BPN,” kata Sutapa.

Selain itu, lanjutnya, dokumen berupa akta penjualan ke 16 titik aset pemkot yang berada di kawasan Cilinaya Mataram Mall tersebut juga sudah dikantongi tim penyelidik. Dokumen penting itu didapat dari salah seorang notaris tempat pembuatan akta.

Terkait dengan sumber yang memberikan keseluruhan akta penjualan itu, Sutapa enggan menjelaskannya. Ia memastikan bahwa pihaknya kini sudah mendapat data awal untuk mendalami persoalan tersebut.

“Yang jelas data awal sudah kami dapatkan, dan saat ini tim sedang menelaah guna menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ucap Sutapa.

Untuk lebih memastikannya, Sutapa hanya memperlihatkan dua dari 16 dokumen yang diduga bermasalah. Kedua titik yang ditunjukan Sutapa tertulis bahwa pengelolaan aset pemkot tersebut dipegang oleh PT berinisial PCF.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari tim intelijen, 16 titik yang ada di kawasan Cilinaya Mataram Mall diperjualbelikan secara bertahap. Terhitung sejak tahun 1997, 1998, 1999, 2001, dan terakhir pada 26 Agustus 2015. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat