Gol Indah Di Maria Bawa PSG Ke Final Piala Perancis

angel di maria (net)
angel di maria (net)

kicknews.today Paris – Juara bertahan Paris Saint Germain (PSG) melaju ke final Piala Prancis setelah mengalahkan Toulouse dengan skor 2-0 di Parc des Princes pada Rabu (27.1).

Tim tamu banyak berkembang setelah mereka dihancurkan 0-4 oleh Monaco pada Minggu, namun setelah Ezequiel Lavezzi membawa PSG memimpin hasil pertandingan ini tidak pernah meragukan.

Angel di Maria menindak lanjuti dua golnya ke gawang Angers pada Sabtu dengan gol kedua yang indah untuk menghapus harapan-harapan Toulouse.

Penderitaan tim tamu bertambah pada fase akhir pertandingan ketika eksekusi penalti pemain pengganti Martin Braithwaite dapat digagalkan Nicolas Douchez.

Tim ibukota itu kini hanya terpaut satu kemenangan lagi dari Piala Liga kelima mereka dan akan menghadapi Lille di final pada 23 April di Stade de France.

“Kami memperlihatkan mentalitas teladan dan memainkan pertandingan yang bagus,” kata pelatih PSG Laurent Blanc yang melakukan tujuh perubahan pada tim intinya.

“Kami merupakan tim yang majemuk, para pemain ingin memenangi pertandingan demi pertandingan.” Pertandingan pada babak pertama tidak berlangsung begitu menarik, di mana sepakan spekulatif dari gelandang PSG Benjamin Stambouli menjadi peluang terdekat untuk memecahkan kebuntuan.

Pelatih tim tamu Dominique Arribage mungkin akan senang dengan kemampuan pasukannya menahan lawannya yang lebih populer itu untuk jangka waktu yang lama.

PSG akhirnya mematahkan kegigihan Toulouse pada menit ke-65 ketika Lavezzi mengingatkan tentang bakat-bakatnya dengan gol krusial.

Pemain Argentina itu mendapat operan dari Adrian Rabiot yang mematahkan pertahanan lawan, dan ia menyelesaikan peluang kedua setelah kiper Mauro Goicoechea menahan upaya pertamanya.

Tujuh menit berselang kompatriotnya Di Maria mengubah skor menjadi 2-0, melalui tembakan yang membuat PSG mendapat ruang yang mereka butuhkan untuk mencapai final.

Braithwaite masuk sebagai pemain pengganti dan mendapat penalti pada menit ke-89 ketika ia dijatuhkan oleh Presnel Kimpembe. Namun sepakan lemah penyerang asal Denmark itu dapat digagalkan kiper Douchez.

Meski David Luiz mengalami cedera pada fase akhir pertandingan, ini merupakan hari yang menyenangkan bagi sang juara Prancis.

“Ia merasa kesakitan pada lututnya pada akhir pertandingan. Kami akan harus menunggu sampai Kamis untuk dapat lebih akurat lagi, namun itu tidak terlihat begitu buruk,” kata Blanc.

“Agak aneh untuk memainkan semifinal pada Januari, namun bukan final sampai April. Itulah anomali lain pada kalender namun setidaknya Luiz semestinya akan dapat bermain.”


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat