Liverpool Melaju Ke Final Piala Liga Inggris

Para pemain Liverpool merayakan kemenangan atas Stoke city melalui adu penalti (net)
Para pemain Liverpool merayakan kemenangan atas Stoke city melalui adu penalti (net)

kicknews.today Liverpool – Simon Mignolet melakukan penyelamatan yang menentukan saat adu penalti dari Marc Muniesa ketika Liverpool menyingkirkan Stoke City dengan kemenangan adu penalti 6-5 di Anfield pada Selasa (26/1), untuk mencapai final Piala Liga Inggris.

Setelah Marko Arnautovic membatalkan keunggulan agregat 1-0 Liverpool dengan gol yang terlihat dibukukan dari posisi offside, pertandingan harus diteruskan dengan perpanjangan waktu dan kemudian adu penalti, dan dengan Mignolet menggagalkan upaya Muniesa, Joe Allen lalu memasukkan penalti menentukan.

Menyusul penampilan yang merosot belakangan ini, diperlukan terobosan bagi pelatih Liverpool Juergen Klopp, yang ditunjuk pada Oktober, yang timnya akan menghadapi Manchester City atau rival Merseysidenya Everton di final pada 28 Februari.

“Gol mereka merupakan offside ganda, namun pada akhirnya, kami memiliki keberuntungan pada adu penalti,” kata Klopp kepada Sky Sports.

“Sepanjang 120 menit, para pemain, penonton, dan Liverpool pantas untuk itu. Wembley merupakan tempat yang keren untuk memainkan sepak bola, namun kami pergi ke sana untuk menang. Tidak menyenangkan untuk kalah.” Ini akan menjadi pertandingan final utama Liverpool sejak 2012, ketika mereka memenangi Piala Liga kedelapan dan terakhir mereka dan kalah dari Chelsea di final Piala FA.

Stoke asuhan Mark Hughes telah menyingkirkan juara bertahan Chelsea di putaran keempat, namun meski mencatatkan kemenangan pertama dalam 90 menit di Anfield sejak Maret 1959, mereka gagal untuk mencapai final Piala Liga perdana mereka sejak mereka memenangi turnamen itu pada 1972.

“Saya benar-benar bangga terhadap apa yang dilakukan para pemain,” kata Hughes. “Saya tidak dapat menyalahkan siapapun dari mereka. Saya pikir kami merupakan tim yang dominan, namun kami bukan tim yang pergi ke Wembley, sayang sekali.” Diperlukan waktu sampai menit pertama masa perpanjangan waktu bagi Liverpool untuk mencatatkan tembakan pertama mereka dari permainan terbuka, kiper Stoke Jack Butland dapat menggagalkan sepakan Roberto Firmino.

Namun pemain pengganti Stoke Marco van Ginkel dua kali nyaris mencetak gol, dan keduanya didapat dari sodoran Peter Crouch, upaya pertama mengenai tiang gawang dan yang kemudian sepakan volinya dapat diatasi Mignolet.

Blok Sakho Dengan pemain pengganti Liverpool Jordon Ibe melepaskan tembakan yang melambung pada fase akhir pertandingan, permaian harus diteruskan dengan adu penalti dan setelah masing-masing tim menyia-nyiakan kesempatan — Mignolet menggagalkan sepakan Crouch, sepakan Emre Can mengenai tiang gawang — sisa adu penalti berlangsung menegangkan.

Van Ginkel dan Lucas Leiva mampu menunaikan tugasnya, namun pemain internasional Belgia — yang belakangan penampilannya sedang menurun — bergerak ke kiri untuk menepis sepakan Muniesa dan Allen mengamankan tiket final dengan memasukkan bola ke sudut kanan atas.

Rapuhnya Liverpool terhadap bola tinggi terlihat jelas saat mereka menang 5-4 atas Norwich City pada Sabtu, dan Hughes berupaya memaksimalkan kekuatan udara mereka dengan memberikan kesempatan bermain di tim inti untuk kelima kalinya pada musim ini kepada mantan penyerang Si Merah Crouch.

Mantan penyerang Inggris ini beberapa kali sukses melepaskan sundulan, namun justru gaya bermain yang lebih mempertahankan bola yang diterapkan Stoke yang menghasilkan peluang-peluang terbaik mereka di babak pertama.

Dua peluang jatuh kepada Jon Walters. Dari umpan terobosan Arnautovic pada menit ke-14, yang diteruskan pemain Irlandia itu dengan tembakan yang terdefleksi dan ketika operan Erik Pieters dapat melambung ke arah dirinya delapan menit kemudian, tembakannya melebar di bawah tekanan Mamadou Sakho.

Babak pertama kemudian ditutup dengan gebrakan Stoke menjelang turun minum, Bojan Krkic melepaskan umpan silang dari kanan dan Arnautovic mencuri bola di belakang Kolo Toure untuk memasukkan bola.

Para pemain bertahan Liverpool terlihat mempertanyakan gol itu kepada hakim garis, namun tayangan-tayangan ulang televisi memperlihatkan bahwa pemain Austria itu berada dalam posisi offside.

Cemooh para penggemar tuan rumah segera muncul pada awal babak kedua, ketika Liverpool berupaya kembali meraih keunggulan, di mana Butland dapat menjinakkan tembakan dari Firmino menuju tiang gawang.

Bagaimanapun, kelemahan pertahanan tuan rumah masih terlihat, dan diperlukan blok dari Sakho untuk menggagalkan upaya Walters, setelah Liverpool gagal menyapu tendangan bebas dari Pieters.

Dengan permohonan penalti Liverpool untuk “handball” yang dilakukan Pieters diabaikan wasit Jon Moss, pertandingan kemudian harus diteruskan dengan perpanjangan waktu.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat