Cuaca Buruk, Jalur Gaza Makin Menderita

ilustrasi
ilustrasi – banjir di gaza (net)

kicknews.today Jalur Gaza, Palestina – Hujan lebat dan udara dingin yang telah berlangsung selama empat hari di Jalur Gaza telah membuat keluarga miskin Jalur Gaza menderita.

Wali Kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza Abu Rodwan mengatakan kepada Xinhua –yang dipantau kicknews di Jakarta, Rabu (27/1) pagi– sebanyak 100 rumah di bagian timur dan barat kota kecil itu sangat terpengaruh oleh hujan lebat. Air hujan bocor di dalam rumah tersebut.

“Dinas pertahanan sipil di Jalur Gaza bekerja sepanjang pagi dan malam untuk mengungsikan warga yang tinggal di rumah yang terpengaruh oleh hujan lebat,” kata Rodwan. Ia menambahkan, “Tak ada laporan mengenai orang yang cedera.” Wali kota itu mengeluhkan sejumlah kesulitan yang menghadapi awak pertolongan saat mereka berjuang menghadapi hujan lebat di tengah kekurangan parah listrik dan kekurangan bahan bakar untuk mempertahankan beroperasinya generator listrik.

Kota praja Khan Younis, kota kecil lain di bagian selatan Jalur Gaza, mengatakan di dalam siaran pers yang dikirim melalui surel bahwa air hujan merendam 20 rumah di daerah tersebut dan air juga menggenangi beberapa jalan utama di kota kecil itu dan pinggirannya.

Beberapa daerah di bagian tengah dan utara Jalur Gaza juga dipengaruhi oleh hujan lebat dan udara dingin, kata beberapa sumber setempat. Ia menambahkan lalu lintas di beberapa daerah kantung yang terhalang itu telah berhenti akibat banjir.

Beberapa sumber kota praja juga mengatakan udara dingin dan hujan telah melumpuhkan kehidupan harian di Jalur Gaza dan membuat kebanyakan warga tinggal di dalam rumah, sementara sekolah dan universitas ditutup dan pasar kosong pengunjung. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat