Dugaan Penjualan Aset Pemkot Mataram Di Kawasan Cilinaya Mulai Di Usut

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kejaksaan Tinggi NTB melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat I Made Sutapa menyatakan pihaknya sedang mengusut dugaan penjualan aset Pemerintah Kota Mataram oleh PT PCF, yang berlokasi di Cilinaya, Kecamatan Cakranegara.

“Kami memang sedang mengusutnya, terhitung sejak 2015 lalu,” kata Sutapa kepada wartawan di Mataram, Selasa (26/1).

Langkah tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Intelijen Kejati NTB pada 2015. Diduga, ada 16 titik di kawasan Cilinaya milik Pemkot Mataram telah diperjualbelikan oleh PT PCF kepada pihak ketiga.

Berdasarkan informasi yang diterima dari tim intelijen, 16 titik yang ada di kawasan Cilinaya diduga bermasalah karena telah menyalahi aturan dalam hak guna bangunan (HGB). Seharusnya, setiap tahap penjualannya diketahui oleh Pemkot Mataram.

Penjualan aset itu diduga dilakukan secara bertahap, terhitung sejak tahun 1997, 1998, 1999, 2001, dan terakhir Agustus 2015. Salah satu dari 16 titik yang diduga telah diperjualbelikan terjadi pada 26 Agustus 2015, sesuai dengan dokumen sertifikasi penjualannya kepada pembeli berinisial MH.

“Itu salah satu berkas yang kami tangani, diduga PT PCF menjualnya kepada MH tanpa sepengetahuan pemkot,” ujarnya.

Terkait dengan perkembangan penanganannya, Sutapa mengaku bahwa pihaknya belum menindaklanjutinya, masih dalam tahap pengumpulan data (puldata).

“Belum ada yang diklarifikasi, tim masih fokus mengumpulkan data awal,” kata Sutapa. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat