BPBD Tetapkan Mataram Siaga Banjir

banjir di sekarbela kecamatan sekarbela beberapa hari yang lalu (antara)
banjir di sekarbela kecamatan sekarbela beberapa hari yang lalu (antara)

kicknews.today Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, menetapkan saat ini Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat itu dalam kondisi siaga banjir karena hujan deras yang terjadi sejak Senin malam (25/1).

“Hujan deras, yang disertai petir, angin sejak tadi malam sampai saat ini menjadi alasan kita menetapkan Kota Mataram siaga banjir,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Supardi di Mataram, Selasa (26/1).

Supardi yang dikonfirmasi di sela kesibukannya memantau kondisi titik-titik wilayah rawan banjir menyebutkan, sejauh ini kondisi sejumlah titik yang selalu menjadi “langganan” banjir terparah masih relatif terkendali.

Sejumlah titik yang menjadi daerah rawan banjir terparah tersebut diantaranya, Babakan, Batu Ringgit, Tanah Haji, kawasan Cakranegara, Karang Taliwang, dan Ampenan.

“Hasil pantauan kami sementara, elevasi air tidak separah ketika banjir pada Sabtu (16/1),” sebutnya.

Supardi yang didampingi sejumlah anggota tim reaksi cepat (TRC) melakukan pemantauan mengatakan, air, sampah, dan kayu-kayu kiriman dari hulu tidak terlalu banyak seperti sebelumnya, sehingga air di sejumlah sungai terutama Kali Usus bisa mengalir dengan lancar.

Namun demikian, katanya lagi, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati apalagi ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kita memang tidak tahu kapan dan dimana bencana akan terjadi, karena itu kita harus tetap berhati-hati dan waspada terhadap hujan, petir, angin, pohon tumbang, apalagi dengan terjadinya pemadaman listrik,” imbaunya.

Sementara, untuk mengetahui kondisi titik-titik rawan banjir tersebut, BPBD Kota Mataram telah menyebar sekitar 50 orang personelnya untuk terus memantau dan menginformasikan perkembangan wilayah rawan banjir itu agar dapat segera ditindaklanjuti.

Supardi menilai, dalam upaya penanganan banjir ini pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar balai wilayah sungai (BWS) bisa memprioritaskan pembangunan tanggul di Kali Klucing dan Kali Unus pada tahun 2017.

Kali Klucing ini merupakan kali yang berada di perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat yang menjadi daerah hulu dan mengalir ke Kali Unus Kota Mataram.

“Dua kali ini memang selalu menjadi pemicu terjadinya banjir pada wilayah bagian selatan Kota Mataram,” katanya.

Karena itulah, BPBD menginginkan tindaklanjut dari pemerintah dengan melakukan perbaikan dan pembangunan tanggul dua kali tersebut, sekaligus memperbaiki tanggul saluran yang jebol sekitar 10 meter saat banjir 16 Januari 2016, yang merendam rumah sekitar 419 kepala keluarga. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat