Antisipasi, Ada Jajanan Anak Mirip Alat Kontrasepsi

jajanan anak yang mirip alat kontrasepsi (net)

kicknews.today Mataram – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram segera turun ke pasar tradisional untuk mengantisipasi peredaran kemasan jajanan anak yang diduga mirip alat kontrasepsi.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan tim untuk turun ke pasar tradisional dan pasar modern menjajaki peredaran kemasan jajanan anak mirip kondom itu,” kata Kepala Bidang Metrologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota Mataram Taufiqurahman di Mataram, Selasa (26/1).

Langkah antisipasi melalui inspeksi mendadak (sidak) itu dilakukan setelah ditemukakannya kemasanan jajanan anak-anak yang mirip kondom di Bekasi, dan dikhawatirkan beredar ke kota ini.

Ia mengatakan, kegiatan sidak direncanakan Rabu (27/1) akan melibatkan beberapa pihak terkait, di antaranya BPOM Mataram, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan aparat kepolisian.

“Kegiatan sidak peredaran kemasan jajanan anak mirip kondom ini akan kita rangkaikan dengan kegiatan tera ulang pada sejumlah pasar trandisional,” katanya.

Mengingat, kata dia, saat ini pihaknya sedang melaksanakan program tera ulang yang telah dimulai sejak Senin (25/1).

Tetapi, kata dia, pada Senin, Diskoperindag tidak sempat melakukan sidak ke sejumlah pedagang jajanan karena informasi tentang peredaran kemasan jajanan anak mirip kondom baru didapatkan hari ini.

“Informasi ini baru saya tahu dari laporan di televisi, kalau saja informasinya kita tahu dari kemarin, kami tentu sudah turun langsung,” katanya.

Menurut dia, pihaknya belum dapat menentukan sanksi terhadap pedagang jika ditemukan menjual kemasan jajanan anak mirip kondom.

“Sanksi teguran tetap kita berikan, tetapi kalau sanksi lainnya seperti penyitaan barang-barang dan lainnya akan kita koordinasi dengan aparat kepolisian yang turut serta,” katanya.

Dikatakannya, pengawasan peredaran makanan itu memang sengaja dilakukan di pasar tradisional sebagai pusat distribusi termasuk pasar modern.

Sementara, pengawasan di sekolah-sekolah sudah dilakukan oleh tim yang ada di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora).

“Jadi kalau untuk pengawasan pedagang di sekolah-sekolah menjadi tanggung jawab tim di Dikpora, karena itu kita menyasar pasar,” katanya. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat