Akibat Alih Fungsi, Lahan Pertanian Kota Mataram Berkurang

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Mataram – Lahan pertanian di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dari tahun ke tahun terus berkurang akibat alih fungsi lahan yang cukup tinggi di kota itu.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Senin (25/1), menyebutkan untuk tahun 2015 penyusutan lahan pertanian di kota ini mencapai 70 hektare.

“Dengan demikian luas lahan pertanian yang tersisa saat ini hanya tinggal 1.982 hektare,” katanya kepada wartawan.

Dikatakan, penyusutan lahan pertanian ini terjadi secara fluktuatif. Pada tahun 2013 alih fungsi lahan mencapai 92 hektre, jumlah itu dapat ditekan pada tahun 2014 menjadi 34 hekter.

Tetapi, angka tersebut kembali naik signifikan pada tahun 2015 menjadi 70 hektare sehingga sisa lahan pertanian kini menjadi 1.982 hektare.

Menurutnya, terjadinya peningkatan terhadap alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, kantor, sekolah dan fasilitas lainnya itu salah satunya dipicu karena pemerintah kota belum memiliki regulasi yag kuat terhadap hal itu.

“Salah satu regulasi yang sifatnya mengikat yang kita tunggu saat ini adalah peraturan daerah (perda) tentang lahan berkelanjutan atau lahan abadi,” ujarnya.

Perda lahan abadi itu nantinya, dinilai mampu mengintervensi penyusutan atau minimal memperkecil terjadinya alih fungsi lahan di ibu kota provinsi ini.

“Dengan demikian, kita bisa mempertahankan keberadaan lahan pertanian sesuai dengan amanat undang-undang,” katanya.

Mutawalli mengatakan, jika sudah ada kepastian hukum terhadap lahan berkelanjutan, pihaknya akan bekerja sama dengan bagian perizinan untuk mengevaluasi setiap permohonan perizinan yang masuk.

“Jika permohonan itu akan menggunakan lahan pertanian yang produktif, kita usulkan untuk dilakukan pencegahan, begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Namun demikian, sejauh ini pihaknya belum mengetahui tindaklanjut proses pengusulan perda lahan abadi tersebut yang saat ini sudah berada di Bagian Hukum Setda Kota Mataram.

“Kajian dari akademisi sudah tuntas, sekarang tinggal pengusulan oleh Bagian Hukum, tetapi kita belum tahu kenapa sampai saat ini ranperda itu belum juga diusulkan ke DPRD,” katanya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat