Tertangkap Di Laut Sawu, Kapal Tanker Newmont Di Duga Buang Limbah Berbahaya

 

ilustrasi - salah satu area di kawasan tambang pt NNT (net)
ilustrasi – salah satu area di kawasan tambang pt NNT (net)

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi meminta PT Newmont Nusa Tenggara menaati semua aturan yang berlaku menyusul tertangkapnya kapal tanker Red Rock yang diduga bermuatan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Kapal milik perusahaan asal Amerika Serikat itu tertangkap di laut Sawu oleh TNI Angkatan Laut dari Lantamal VII Kupang, NTT, pada Selasa.

“Saya minta perusahaan di NTB ini mengikuti semua aturan, termasuk dengan masalah limbah B3 itu. Limbah itu berbahaya. Jadi semua perusahaan jangan macam-macam, terlebih dengan isu lingkungan yang seharusnya dijaga,” tegas Zainul Majdi di Mataram, Kamis (21/1).

Menurutnya, secara aturan proses pembuangan limbah harus jelas dan transparan, apalagi yang menyangkut limbah B3. Apakah itu, menyangkut jumlah, tempat menaruh, seperti apa prosesnya, harus semua jelas dan disampaikan kepada otoritas berwenang, yakni pemerintah. Terutama pemerintah kabupaten di mana lokasi perusahaan itu berada dan melaksanakan usahanya.

“Semestinya semua ini harus jelas. Tetapi inikan tidak, tiba-tiba kapal berangkat begitu saja tanpa diketahui dan tanpa persetujuan Bupati Sumbawa Barat. Padahal itu, menyangkut limbah B3 yang jumlahnya sekian ton, kemudian ada scram juga yang bahaya, namun kita tidak tahu kayak apa prosesnya,” katanya dengan ketus.

Hal ini belum ditambah, bahwa proses dimulainya pengangkutan, pertangggungjawaban, menggunakan apa untuk pengangkutan dan berapa banyak yang dibawa belum dapat dipastikan, sehingga diketahui sudah ditangkap oleh TNI Angkatan Laut dan diminta bersandar di Kupang.

“Limbah B3 itu sangat berbahaya, bukan hanya untuk manusia tetapi juga lingkungan,” ucap gubernur yang akrab disapa dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB).

Lebih lanjut, ia mengaku tidak ingin menduga-duga apakah limbah B3 yang berasal dari PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) tersebut sudah sering dibuang tanpa sepengetahuan pemerintah daerah.

“Kalau persoalan itu saya tidak ingin menduga-duga. Tetapi faktanya adalah kapal pengangkut itu ditangkap oleh TNI AL dan diminta bersandar di Pelabuhan Kupang, NTT,” katanya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, ia menyatakan telah memerintahkan Dinas Pertambangan dan Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, termasuk tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk berangkat menuju Kupang memeriksa isi kontainer kapal tanker Red Rock tersebut.

Sebelumnya, Lantamal VII Kupang, menangkap kapal yang mengangkut puluhan ton limbah B3 milik PT Newmont Nusa Tenggara yang akan dibuang di perairan Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 19 Januari 2016.

Limbah diangkut kapal dengan nama lambung Red Rock Voyage 1602 milik PT Meratus Line. Kapal itu mengangkut sekitar 11 kontainer yang berisi limbah tembaga dari PT Newmont. Kapasitas setiap kontainer sekitar 20 ton. Kapal itu disergap kapal Angkatan Laut Weling di Laut Sawu, kemudian dibawa ke dermaga Lantamal VII. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat