Organda : Angkot Masih Siap Beri Pelayanan Terbaik, Mataram Belum Butuh Bajaj

"Iya, kami telah berwacana akan mengganti alat trnasportasi umum angkutan kota (angkot) dan ojek dengan bajai," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram H Khalid (net)
“Iya, kami telah berwacana akan mengganti alat transportasi umum angkutan kota (angkot) dan ojek dengan bajai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram H Khalid (net)

 

kicknews.today Mataram – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Mataram Suratman Hadi mengatakan, Kota Mataram, Nusa Tengggara Barat, sampai kini belum membutuhkan alat transportasi bajaj sebagai pengganti angkutan kota.

“Transportasi umum berupa angkutan kota (angkot) saat ini masih siap memberikan pelayanan terbaik bagi warga kota, jadi kita belum butuh bajaj sebagai pengganti angkot,” katanya di Mataram, Jumat (22/1).

Pernyataan itu dikemukakannya menyikapi wacana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mataram yang akan mengganti angkot dengan alat transportasi bajaj karena dinilai lebih efektif.

Suratman menyebutkan, kebutuhan masyarakat terhadap angkot tersebut dapat dilihat dengan masih banyaknya angkot yang beroperasi di Kota Mataram.

Sampai saat ini jumlah angkot yang beroperasi mencapai 250 unit, jumlah itu tentu cukup sebagai bukti bahwa angkot masih diminati dan dibutuhkan masyarakat.

Di samping itu, katanya, jika bajaj dinilai lebih efektif karena bisa mengantar penumpang hingga ke depan rumah, angkot pun sebenarnya sudah melakukan hal serupa.

“Angkot sudah lama melayani penumpang hingga ke depan rumah, apalagi penumpang dari kalangan pedagang,” katanya.

Selain itu, angkot juga saat ini lebih banyak, langsung jalan dan mencari penumpang di jalan, tanpa menunggu penumpang di satu tempat.

“Jadi kalau sudah ada tiga atau empat penumpang, angkot langsung jalan dan siap mengantar hingga depan rumah penumpang, sama halnya dengan bajaj,” katanya.

Karena itu, pihaknya menilai wacana pemerintah kota untuk mengganti angkot dengan bajaj tersebut belum mendesak.

Kalau pun pemerintah tetap ingin mengganti, hal itu harus dipikirkan dan dilakukan kajian secara maksimal, agar masyarakat tidak dirugikan.

“Apalagi bajaj dalam aturan undang-undang tidak menjadi bagian transportasi umum, sebab bajaj sama dengan ojek sepeda motor,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat