Polres Lombok Tengah: Penanganan Kasus Korupsi BWS Masuki Tahap Akhir

Kapolres lombok Tengah, AKBP Nurodin SIK (kicknews)
Kapolres lombok Tengah, AKBP Nurodin SIK (kicknews)

kicknews.today Mataram – Penyelidikan Kepolisian Resor Lombok Tengah mengenai dugaan korupsi Pengadaan Alat Berat Penghancur Eceng Gondok-Proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, kini memasuki tahap akhir.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Nurodin kepada wartawan di Mataram, Kamis (21/1), mengungkapkan bahwa perkembangan penanganan kasusnya saat ini sudah sampai ke tahap akhir penyelidikan.

“Gelar perkaranya sudah dilakukan pekan lalu, tapi belum bisa ditarik kesimpulan,” kata Nurodin.

Melainkan, lanjutnya, penyidik akan kembali mengagendakan untuk memanggil pihak yang berkaitan dengan proyek tersebut, salah satunya yang menjadi prioritas adalah BWS NT I.

Terkait hal tersebut, Nurodin mengakui bahwa dalam tahap penyelidikan ini masih terdapat kekurangan, sehingga penyidik diperintahkan untuk kembali melengkapi kebutuhan penyelidikannya.

“Masih ada yang perlu dipetajam lagi di tahap penyelidikan ini, sejumlah pihak akan kita mintai lagi keterangannya, termasuk BWS,” ujar mantan kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB itu.

Menurutnya, dalam proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat berat pada tahun 2014 itu, Nurodin tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Begitu juga yang diharapkan kepada penyidik untuk lebih menguatkan indikasi pidana pelanggarannya, sebelum masuk ke tahap penyidikan.

Ia juga menuturkan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi ini sudah menjadi atensi Polres Lombok Tengah, mengingat kasus tersebut merupakan salah satu tunggakan yang terhitung sejak tahun 2014.

“Penanganan kasus ini adalah salah satu prioritas kami. Jadi kita lihat nanti, hasil gelar perkaranya bagaimana tergantung dari penajaman proses penyelidikan ini,” ucapnya.

Pengadaan alat berat ini terealisasi atas bantuan dari Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum tahun anggaran 2013, dengan pemenang tender yakni PT Sumber Logam Nusantara (SLN).

Pengadaan alat berat penghancur eceng gondok menelan anggaran Rp1,2 miliar lebih dari total anggaran Rp1,5 miliar. Selain ditujukan untuk mengurangi populasi eceng gondok, alat ini juga dapat mengatasi pendangkalan di dasar Bendungan Batu Jai, Kabupaten Lombok Tengah.

Eceng gondok diketahui dapat menguapkan air, apalagi dengan jumlah yang banyak sehingga dibuatlah pengadaan alat ini agar bendungan di kawasan Batu Jai itu dapat terus dimanfaatkan oleh warga setempat. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat