Demi Amankan Agenda 2016, Pemkot Mataram Bangun Posko Di Monjok-Taliwang

bentrok monjok vs taliwang, "rutinitas" yang harus segera dihentikan dan dicarikan solusi penyelesaiannya (kicknews)
bentrok monjok vs taliwang, “rutinitas” yang harus segera dihentikan dan dicarikan solusi penyelesaiannya (kicknews)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan membangun posko keamanan khusus di wilayah konflik antarkampung Monjok dan Karang Taliwang agar berbagai agenda termasuk Hari Pers Nasional 2016 bisa berjalan lancar.

“Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ratusan tamu yang akan datang pada puncak HPN 2016, kami akan membangun pos khusus di wilayah tersebut,” kata Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani di sela rapat persiapan HPN di Mataram, Kamis (21/1).

Ia menilai dengan posko tersebut konflik antarkampung yakni Mojok-Karang Taliwang atau disebut “monta” bisa dihindari dan tidak ada lagi saling mencurigai antara warga di dua lingkungan itu.

Selly mengakui konflik sosial antarkampung itu sudah berlangsung lebih dari satu bulan, dan pernah sempat melakukan perdamaian.

Namun karena ada isu-isu yang seharusnya tidak ditanggapi warga, menjadi pemicu dua kampung tersebut terus waspada dan mengambaikan perdamaian sebelumnya.

“Karenanya, keberadaan posko khusus ini dinilai penting guna memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada para tamu HPN,” katanya.

Karang Taliwang sebagai pusat kuliner, lanjutnya, pasti ada saja tamu yang ingin makan masakan khas Ayam Taliwang dan pemerintah kota harus mampu memberikan jaminan keamanan.

Sementara menyikapi usulan dari Penjabat Wali Kota Mataram itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram Rudy Suryawan mengatakan rencana pembangunan posko khusus tersebut bagus, namun perlu dilakukan kajian.

“Kami tidak ingin, keberadaan posko khusus tersebut justru bisa memicu aksi warga karena salah paham,” katanya.

Rudy mengatakan kondisi dua kampung tersebut pada pagi hingga sore hari relatif stabil dengan jumlah personel keamanan yang diturunkan setiap pagi hingga sore sebanyak 65 orang.

Sementara pada malam hari personel keamanan yang berjaga dan melakukan patroli sebanyak 150 orang.

Rudy menyebutkan, kondisi rawan dimulai pukul 21.00 WITA ke atas karena masyarakat didua kampung terus waspada akan ada aksi-aksi.

“Rasa khawatir dan waspada dua kampung inilah yang harusnya bisa kita hilangkan agar masyarakat bisa kembali berdamai,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat