7 Berkas Bupati Dan Walikota Terpilih Di Ajukan Pemprov NTB

H Ahyar Abduh Dan H Mohan Roliskana (kicknews/Nur Saad/ist)
pasangan Walikota/Wakil Walikota terpilih pilkada Kota Mataram H Ahyar Abduh Dan H Mohan Roliskana (kicknews, ist)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengajukan berkas tujuh Bupati/Wali Kota terpilih ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera mendapatkan Surat Keputusan sebagai Bupati dan Wali Kota definitif.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Lalu Dirjaharta di Mataram, Rabu (20/1), mengatakan berkas tujuh kepala daerah yang terpilih di pilkada 9 Desember 2015 itu, sudah berada di Kemendagri.

“Sesuai dengan hasil verifikasi KPU, sudah tidak ada masalah, makanya harus segera diajukan ke Mendagri, sehingga penetapan dan pelantikan bupati terpilih bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Ia menuturkan, Mendagri sendiri sudah meminta agar berkas seluruh kepala daerah terpilih segera diajukan. Hal ini untuk memastikan kapan dilakukan pelantikan. Bahkan, dari informasi yang diterimanya hari, Kamis (21/1) bisa dipastikan apakah pelantikan dimajukan atau sesuai jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kendati demikian, diakuinya yang menjadi persoalan sehingga terlambat mengusulkan berkas tersebut, adalah menunggu putusan MK terhadap hasil Pilkada Kabupaten Dompu. Dimana, ada oknum yang tidak puas, sehingga menggugat hasil suara.

“Aturan menggugat sudah jelas yakni 3 x 24 jam sejak ditetapkan penghitungan, faktanya gugatan sudah melewati ketentuan, sehingga tanpa ada kendala bisa diajukan untuk mendapatkan SK definitif,” katanya.

Ditanya, adanya dugaan Biro Pemerintahan sengaja menunda maupun mengulur-ngulur waktu pengusulan nama kepala daerah terpilih karena meminta uang transpor. Dirjaharta langsung membantahnya.

Karena, selama masa proses dokumen bentuk apapun, dirinya tidak pernah minta imbalan alias murni menjalankan tugas negera. Namun, terhadap isu beredar bahwa oknum Biro Pemerintahan minta uang pelicin, dirinya sempat memanggil salah satu Kasubagnya berdasarkan laporan dari Kabupaten Sumbawa, mengaku tidak pernah minta sesuatu hanya saja sambil guyon karena Kasubag itu juga orang tempramen dianggap serius pemerintah daerah setempat.

Untuk itu, dirinya melaporkan persoalan itu ke BKD dengan harapan Kasubag bersangkutan mendapatkan pembinaan dari BKD.

“Kami sudah tegur Kasubag itu malah akan dilaporkan ke BKD supaya dapat pembinaan,” katanya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat