Kualanamu Berkabut, Semua Penerbangan Ditunda

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Medan – Sejumlah penerbangan dari dan ke Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan, mengalami penundaan akibat kabut asap yang muncul sejak Rabu (20/1) pagi.

Duty Manager Bandara Kualanamu Baiquni Sudrajat mengatakan, di Medan, Rabu (20/1), penundaan penerbangan dan pendaratan karena adanya kabut asap tersebut bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

“Itu masalah biasa karena kondisi alam,” katanya.

Data yang diperoleh dari bagian Duty Manager Bandara Kualanamu, tercatat sembilan penerbangan ditunda, satu penerbangan dialihkan, dan lima penerbangan batal mendarat.

Dari sembilan penerbangan yang ditunda, dua di antaranya harus kembali ke avron (Return to Avron/RTA) yakni Lion Air dengan nomor penerbangan JT 913 pukul 06.30 WIB tujuan Bandung dan Wings Air IW 1264 pukul 06.30 WIB tujuan Gunung Sitoli.

Tujuh penerbangan lain yang ditunda adalah Garuda Indonesia GA 226 pukul 07.15 WIB tujuan Pelembang, Air Asia QZ 106 pukul 07.40 WIB, Wings Air IW 1258 pukul 08.00 WIB tujuan Sibolga, wings Air IW 1266 pukul 08.34 WIB tujuan Gunung Sitoli, Lion Air JT 982 pukul 08.30 WIB tujuan Surabaya, Lion Air JT 970 pukul 07.00 WIB tujuan Batam, JT 196 pukul 08.10 tujuan Banda Aceh.

Kemudian, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 397 dari Banda Aceh yang seharusnya mendarat pukul 07.05 WIB di Bandara Kualanamu dialihkan ke Batam.

Adapun kedatangan yang ditunda adalah Garuda Indonesia GA 180 pukul 08.00 WIB dari Jakarta, Lion Air JT 803 pukul 08.20 WIB dari Jakarta, Batik Air ID 6880 pukul 08.25 WIB dari Jakarta, Malaysia Air MH 860 pukul 08.00 WIB dari Kuala Lumpur, Citilink QG 80 pukul 08.10 WIB dari Jakarta.

Dalam layar monitor yang dipajang di Bandara Kualanamu, dicantumkan juga penundaan pesawat Lion Air dengan nomor JT 0397 pukul 07.50 WIB tujuan Jakarta.

Pada pukul 10.00 WIB, penerbangan di Bandara Kualanamu mulai kembali dengan adanya pesawat yang berangkat dan mendarat. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat