in

Dubes AS Dan Inggris Rame Rame Kunjungi Papua, Ada Apa?

ilustrasi
ilustrasi - warga papua mengenakan pakaian dan membawa alat musik tradisional (net)
ilustrasi – warga papua mengenakan pakaian dan membawa alat musik tradisional (net)

kicknews.today Jayapura – Duta besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Roberth O Blake dan Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik secara terpisah, mengunjungi Papua, pada Rabu (20/1).

Blake yang menyebut Papua sangat penting bagi Amerika, merasa sangat penting untuk melakukan kunjungan kerja di Bumi Cenderawasih itu.

“Dubes AS mengatakan kepada kami, bahwa Papua itu penting bagi Amerika makanya dia merasa penting untuk berkunjung ke tanah Papua,” kata Ketua Sekretariat Keadilan Pedamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Yuliano Languwuyo di Kota Jayapura, Papua, Rabu (20/1).

Dubes Blake, kata Languwuyo, ingin mendengar bagaimana situasi politik dan HAM di tanah Papua, selain perkembangan lainnya ketika bertemu di Restoran Yougwa, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Selasa (19/1) malam.

Languwuyo mengatakan kepada Dubes Blake, bahwa pengaruh militerisme masih dominan terutama kepada investor besar di Papua yaitu Freeport dan BP di Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Dimana terlihat pemakaian militerisme sangan besar di dua perusahaan itu guna menjaga areal investasi. Dan itu berdampak buruk kepada masyarakat Papua juga kepada masyarakat yang tinggal sekitar masyarakat perusahaan, karena militer benar-benar menjaga daerah tambang,” katanya.

Sehingga banyak kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sekitar daerah tambangbaik itu di Freeport dan BP.

“Dan kami mempertanyakan kepada Dubes Blake, apa Freeport punya kontrol atau melihat aparat keamanan yang menjaga keamanan apa punya perspektif HAM dalam menjalankan tugasnya atau tidak,” katanya.

Sebab, lanjut Languwuyo, dalam penjelasan Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, perusahaan Freeport dan BP, memberikan pelatihan tentang apa itu HAM kepada TNI dan polisi dengan harapan mereka punya perspektif soal HAM, sehingga dalam penanganan pengamanan tidak menggunakan cara-cara kekerasan.

“Pertanyaan itu kami sampaikan kepada Freeport namun kami tak mendapat jawaban dan Dubes Blake mempertanyakan balik, apakah itu merupakan hal yang penting? Dan kami bilang itu penting baik polisi dan militer,” katanya.

Mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di Papua, kata dia, Dubes Blake mengaku tahu soal kekerasan yang terjadi di Papua.

“Dubes juga bertanya bagaimana pendapat soal Presiden Jokowi? Kami katakan Presiden Jokowi orang yang baik, tapi pemerintahan sekarang masih dikontrol oleh militer. Pak Frits Ramandey juga menyatakan kepada Dubes Blake untuk merekomendasikan kepada Pemerintahan Jokowi agar menyelesaikan kasus Paniai dan kekerasan lainnya di Papua,” katanya.

Sejumlah tokoh Papua bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) Robert Blake yang dikemas dalam acara makan malam bersama di Restauran Yougwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (19/1) malam dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Ketua LSM Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Septer Manufandu, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Neles Tebay dan Ketua Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Papua Yuliana Languwuyo.

Sementara itu Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam kunjungannya ke  Provinsi Papua untuk menemui para pejabat pemerintahan dan beberapa universitas.

“Senang bisa melakukan kunjungan saya yang ke dua ke wilayah ini sejak menjabat sebagai Duta Besar,” katanya di Jayapura.

Menurut Moazzam, pihaknya berada di Papua untuk membahas beberapa isu demi kepentingan bersama seperti perubahan iklim, pendidikan dan pembangunan.

“Dalam agenda kali ini, saya sangat senang bisa mengunjungi Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Universitas Papua (Unipa), di mana kami ingin mempromosikan kerja sama pendidikan dengan Inggris dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat Papua untuk belajar di Inggris, termasuk beasiswa Inggris Chevening,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Inggris mendukung secara penuh integritas teritori dan kedaulatan Indonesia, di mana pihaknya mengakui Papua sebagai bagian dari Indonesia.

“Kami juga mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menanggulangi masalah-masalah di Papua,” katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya berharap bisa menyaksikan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah bangsa ini.

Sekedar diketahui, selama kunjungan ini Dubes Inggris akan bertemu dengan Gubernur dan Kapolda Papua serta pejabat lainnya.

Setelah mengunjungi Jayapura, juga akan mengunjungi wilayah lain di Provinsi Papua. (ant)

 


What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan