in

Diduga Ada Penyimpangan, Polda NTB Tantang Dewan Laporkan Proyek Dishub

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo
Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo
Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo

kicknews.today Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menantang pihak dewan untuk melaporkan lima proyek Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) NTB yang diduga telah terjadi penyimpangan.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo kepada wartawan di Mataram, Rabu (20/1), menegaskan bahwa langkah penyelidikan dapat dilaksanakan jika ada aduan.

“Kalau ada laporannya, kita akan segera tanggapi,” kata Prasetidjo.

Walaupun sudah ada indikasi awal yang diutarakan oleh pihak dewan melalui media masa, Prasetidjo menilai hal tersebut bisa saja ditindaklanjuti. Namun, harus melalui gelar perkara, guna memastikan apakah persoalan ini akan ditangani atau tidak.

“Pemberitaan dari media masa bisa saja menjadi dasar penyelidikan. Tapi kalau ada yang lebih konkret, artinya ada pengaduan atau laporan, akan lebih bagus,” ujarnya.

Jika ada laporan masuk, lanjutnya, hal itu pun dapat mempertegas pihak Polda NTB untuk mengambil langkah dalam mengusut dugaan tersebut. Karena dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih, antara pihak kepolisian dengan kejaksaan, yang juga memiliki kewenangan dalam menegakkan hukum.

Adapun lima proyek yang terindikasi adanya penyimpangan itu antara lain keberlanjutan pembangunan terminal haji di Lombok Internasional Airport (LIA), pembangunan Pelabuhan Telong Elong di Kabupaten Lombok Timur, pembangunan jembatan timbang Poto Tano, Jembatan Timbang Lembar, dan terminal Ginte di Kabupaten Dompu.

Permintaan untuk mengusut lima proyek ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Nurdin Ranggabarani yang mengindikasikan adanya kerugian negara.

Bahkan, Nurdin juga mendesak Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi untuk mencopot jabatan Kadishubkominfo NTB Agung Hartono, karena dianggap tidak mampu menunjukkan prestasi yang menggembirakan. (ant)