Puluhan Minuman Keras Dari Lapak PKL Di Sita Sat Pol PP Mataram

ilustrasi - "Temuan ini berawal dari kecurigaan kami dengan adanya botol-botol kosong di depan lapak PKL, dan kami yakin jika botol kosong itu bukan hanya sekedar pajangan melainkan mereka menyediakan juga," kata kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kota Mataram (net)
ilustrasi – “Temuan ini berawal dari kecurigaan kami dengan adanya botol-botol kosong di depan lapak PKL, dan kami yakin jika botol kosong itu bukan hanya sekedar pajangan melainkan mereka menyediakan juga,” kata kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kota Mataram (net)

 

kicknews.today Mataram – Setelah mengamankan delapan pekerja seks komersil di kawasan jalan Sandubaya, kini giliran puluhan botol minuman keras jenis bir disita dari lapak pedagang kaki lima di bawah jembatan penyeberangan Sweta, Kota Mataram pada Senin (18/1) malam oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram

“Kami berhasil menyita satu krat atau sebanyak 24 botol minuman keras jenis bir hitam dan putih dari satu lapak pedagang kali lima (PKL) tersebut,” kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/1).

Bambang menyebutkan, temuan minuman keras jenis bir itu hanya ditemukan pada satu PKL saja, sedangkan hasil pemeriksaan terhadap beberapa PKL yang ada disekitarnya tidak ditemukan bukti apapun.

“Temuan ini berawal dari kecurigaan kami dengan adanya botol-botol kosong di depan lapak PKL, dan kami yakin jika botol kosong itu bukan hanya sekedar pajangan melainkan mereka menyediakan juga,” katanya.

Dikatakannya, barang bukti satu krat minuman keras jenis bir tersebut telah diamankan di Kantor Satpol PP Kota Mataram untuk dibuatkan berita acara dan untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang ada.

“Pedagangnya memang tidak kami tindak, namun sudah kami berikan peringatan agar tidak lagi menjual minuman keras di wilayah kota,” katanya.

Dengan adanya temuan puluhan botol minuman beralkohol di lapak PKL tersebut, Bambang berharap agar aparat kelurahan dan kecamatan setempat lebih intensif melakukan pengawasan dan pembinaan kepada PKL agar tidak lagi menyediakan minuman keras.

Apalagi larangan penjualan minuman beralkohol sudah sangat jelas dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2015 dan Perda Kota Mataram Nomor 2 tahun 2015 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, termasuk minuman keras tradisional.

“Jadi hal ini harus menjadi komitmen dan perhatian kita bersama dan kita siap mendukung jika aparat kelurahan dan kecamatan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Di sisi lain, Bambang juga berharap agar camat setempat dalam hal ini Camat Sandubaya dapat segera melakukan penertiban terhadap menjamurkan lapak-lapak PKL di bawah jembatan penyebrangan Sweta.

Pasalnya, ketika Camat Sandubaya di jabat oleh Chairul, kawasan tersebut sudah bersih dari PKL, tetapi kini lapak PKL kembali tumbuh subur sehingga rawan menjadi lokasi penjualan minuman keras dan prostitusi terselubung.

“Jika kondisinya terus dibiarkan, lokasi itu rawan menjadi penjualan minuman keras dan prostitusi,” kata Bambang. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat