NTB Hibahkan 5,2 Hektare Tanah Untuk Politeknik Pariwisata Lombok

sunset sutera ungu di pantai seger - lombok, salah satu obyek wisata yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan (kicknews foto: Taufik)
sunset sutera ungu di pantai seger – lombok, salah satu obyek wisata yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan (kicknews foto: Taufik)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghibahkan tanah seluas 5,2 hektare kepada Kementerian Pariwisata sebagai lahan pembangunan Politeknik Pariwisata Lombok.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi di Mataram, Senin (18/1), menyetujui lahan milik pemerintah provinsi yang berlokasi di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah tersebut dihibahkan kepada Kementerian Pariwisata.

Bahkan, dirinya minta proses administrasi hibah lahan tersebut bisa lebih dipercepat, mengingat proses pembangunan Politeknik Pariwisata Lombok itu sudah harus segera dilakukan.

“Saya sangat menyetujui ini segera hibahkan, bila perlu prosesnya dipercepat sehingga rencana pembangunan Politeknik Pariwisata Lombok bisa segera terlaksana,” katanya.

Gubernur menegaskan, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Karena dengan adanya SDM yang mumpuni di bidang pariwisata akan lebih menjamin perkembangan di kawasan tersebut.

“Karenannya menyiapkan Poli Teknik Pariwisata ini memiliki nilai strategis dalam kemajuan KEK Mandalika,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di NTB ini, untuk pengembangan kapasitas SDM pembangunan Politeknik Pariwisata Lombok ini, direncanakan mulai bulan Juni 2016 sudah akan menerima 250 siswa dengan empat jurusan. Sedangkan, untuk masa perkuliahan sudah mulai dilakukan begitu seluruh proses selesai dilaksanakan.

“Untuk perkuliahan sementara akan digunakan di Kantor BKD dan Diklat NTB,” terangnya.

Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pariwisata Prof Asman Sya mengatakan pada bulan juni 2016, Politeknik Pariwisata Lombok sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru.

Ia menuturkan, untuk angkatan pertama Politeknik Pariwisata Lombok akan menerima 250 mahasiswa baru. Sedangkan, untuk tenaga pengajar masih menggunakan sejumlah dosen yang berasal dari beberapa politeknik pariwisata, seperti STP Bandung dan STP Bali.

“Kalau untuk dosen kita masih datangkan dari STP Bandung dan STP Bali,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dimulainya penerimaan mahasiswa baru tersebut, diharapkan kebutuhan SDM di bidang pariwisata, khususnya dalam menunjang sektor pariwisata di NTB menjadi terpenuhi.

“Adanya sekolah tinggi pariwisata ini, dapat menumbuhkan giat kepariwisataan di daerah NTB kedepannya,” tandasnya.

Ia mengatakan, nantinya pembangunan kampus utama akan didirikan di atas lahan seluas 20 hektare. Dengan status lahan di bawah Kementerian Pariwisata. Kemenpar tengah mendorong agar PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) selaku BUMN yang mengelola lahan Mandalika mempercepat pembebasan lahan, sehingga pada saat kampus dibangun status lahan sudah clear and clean.

“Saat ini kita tengah mendorong PT ITDC untuk mempercepat pembebasan lahannya, sehingga pendirian kampus bisa dilakukan, tetapi berapa anggaran untuk pembanguna gedung dan fasilitas lainnya belum bisa hitung karena lahannya belum ada,” tandasnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat