in ,

Bersatu Bela Negara, 250 Juta Rakyat Indonesia Adalah Kekuatan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memimpin langsung apel kebhinekaan yang diikuti berbagai organisasi keagamaan dan masyarakat, serta sejumlah organisasi keagamaan, di lapangan Banteng, Jakarta (18/1)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memimpin langsung apel kebhinekaan yang diikuti berbagai organisasi keagamaan dan masyarakat, serta sejumlah organisasi keagamaan, di lapangan Banteng, Jakarta (18/1)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memimpin langsung apel kebhinekaan yang diikuti berbagai organisasi keagamaan dan masyarakat, serta sejumlah organisasi keagamaan, di lapangan Banteng, Jakarta (18/1)

kicknews.today Jakarta – Pasca serangan teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Kamis (14/1), ribuan warga lintas agama dan keyakinan menggelar apel kebhinekaan bela negara di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/1) untuk mengajak masyarakat bersatu melawan teror.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memimpin langsung apel kebhinekaan yang diikuti berbagai organisasi keagamaan dan masyarakat, serta sejumlah organisasi keagamaan, antara lain Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan segala bentuk ancaman, termasuk teror.

“Bentuk perlawanan tersebut dapat diwujudkan melalui bela negara, dan masyarakat jangan takut terhadap tindakan teroris sebab mereka (para teroris) memang sengaja ingin menimbulkan ketakutan dalam masyarakat,”kata Menhan, “yang perlu diutamakan adalah terbangunnya kebersamaan yang kokoh dan kuat, karena teror bertentangan dengan agama sehingga harus menjadi musuh bersama,” ujar Menteri Pertahanan.

Ia berharap acara apel kebhinekaan lintas agama ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk bela negara.

“Karena kebersamaan 250 juta rakyat Indonesia adalah kekuatan yang maha dahsyat sehingga tidak ada kekuatan lain yang dapat melawannya, apalagi hanya teror-teror kecil . Perang ke depan bukan lagi perang dengan menggunakan alutsista, melainkan perang dengan cara mencuci otak.” pungkas Ryamizard Ryacudu.