Yang Ditangkap di BIL Ternyata Bukan Teroris

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram-Polda NTB memastikan AR, 35 tahun, asal Desa Jipang, Kecamatan Bantar Kuwung, Brebes, Jawa Tengah bukan pelaku teror. Pria yang diamankan di Lombok Internasional Airport (BIL) tidak memiliki hubungan dengan jaringan teror di Sarinah, Jakarta.

Selain AR, polisi melepas dua pemuda yang sempat dicurigai pelaku teror. Yakni TK, 23 tahun warga Desa Panggi, Kecamatan Mpuda, Kota Bima, dan FR, 23 tahun warga Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Bima.

”Tidak ada kaitan dengan kejadian di Jakarta,” kata Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono SH,MH di Masjid Mapolda NTB, Sabtu (16/1) kemarin.

Ia menegaskan bahwa mereka yang diamankan itu karena dicurigai, namun setelah didalami ternyata tidak terlibat.

”Setelah diperiksa, mereka tidak terlibat,” ujarnya.

Kapolda mengatakan, mereka telah dipulangkan. Sebab, dari hasil pemeriksaan tidak ada bukti yang mengarah pada pelaku teror.

Ia mengatakan, polisi mengamankan  orang yang dicurigai pelaku teroris sebagai bentuk kewaspadaan. Mengingat, Kapolri telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga satu.

”Kita masih siaga satu.,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila perlu, kata dia, warga tidak terlalu aktif berada di tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan, karena lokasi seperti sangat rentan jadi sasaran.

”Kami harap warga tetap waspada,” pinta dia.

Sebelumnya, sekitar pukul 00.30 Wita Polres Loteng mengamankan AR karena dicurigai terlibat jaringan teroris, Jumat (15/1). Ia turun dari bandara dan hendak mengecek kebenaran informasi bahwa dua terduga teroris ditangkap Polres Lombok Tengah.

Setibanya di markas polisi tersebut, AR ikut mencari informasi dari dua orang warga yang diamankan. Tapi, anggota Kabinda yang berada dilokasi tersebut merasa curiga dengan gerak geriknya. Sehingga dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadapnya.

Saat pemeriksaan, AR mengaku anggota KIN (Komite Investigasi Negara). Pengakuannya itu memaksa petugas menggeledah tasnya. Dari dalam tas AR ditemukan beberapa KTP, Kartu pengenal, uang kertas lama, lima handphone, tiga buku tabungan, tiga senjata tajam berupa keris berukuran kecil, buku catatan yang berisi nama-nama pengedar narkoba, dan beberapa bukti pembayaran tiket pesawat serta bus.

Sementara, dua mahasiswa asal Bima itu diamankan dengan kecurigaan yang sama.Keduanya tiba di BIL sekitar Pukul 22.45 Wita menggunakan maskapai Lion Air JT 650 dari Jakarta, Kamis malam.

Keduanya dibawa ke kantor polisi lantaran dicurigai terlibat jaringan teroris. Namun setelah ditelisik lebih dalam, ternyata mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ini sama sekali tidak berhubungan dengan jaringan teroris.^

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat