Majalah Rolling Stone Terbitkan Wawancara Sean Penn Dengan Gembong Narkoba Meksiko

wawancara Sean Penn dengan gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman' diterbitkan di Rolling Stone. (net)
wawancara Sean Penn dengan gembong narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman’ diterbitkan di Rolling Stone. (net)

kicknews.today New York – Wawancara eksklusif aktor Sean Penn dengan bandar narkotika Joaquin “El Chapo” Guzman di Majalah “Rolling Stone” menarik perhatian terhadap pengawasan baru setelah majalah itu menyiarkannya.

Sean Penn bertemu dengan Guzman untuk wawancara di sebuah hutan Meksiko tengah pada bulan Oktober, beberapa bulan setelah pemimpin kartel narkotika Sinaloa itu lari dari penjara Meksiko, yang dijaga ketat, pada bulan Juli. Guzman kemudian berhasil ditangkap kembali pada Jumat dan kembali masuk penjara.

Rekaman wawancara Penn dan Guzman disiarkan di media jaringan pada esoknya.

Bintang Hollywood itu menyebutnya sebagai wawancara pertama dengan El Chapo, yang dilakukan secara sadar di luar ruang pemeriksaan.

Sumber di Meksiko mengatakan wawancara tersebut dibantu oleh pemerintah Meksiko yang ingin menangkap gembong narkoba yang paling diinginkan di dunia itu.

Di dalam wawancara dengan “El Chapo”, Penn setuju dengan persyaratan yang diatur Guzman, termasuk membolehkan dirinya membaca ulasan artikel sebelum dipublikasi dan mengubah nama beberap sumber, tempat untuk melindungi jatidiri mereka.

Juru bicara “Rolling Stone” mengatakan penerbit Jann Wenner tidak bersedia memberikan komentar pada Minggu.

Ketua komite etik Masyarakat Profesional Jurnalis, Andrew Seaman mengkritik bahwa dia mengijinkan sumber untuk mengulas dan mengijinkan artikel itu untuk ditulis sebelum publikasi.

“Mengijinkan sumber manapun untuk mengontrol isi tulisan itu tidak diterima. Praktek prapersetujuan mendeskritkan seluruh cerita, apakah subjek meminta mengganti nama atau tidak,” kata Seaman dalam blog yang dipulikasi pada Sabtu malam.

Namun, ketua reporter berita Danny Gold men-tweet pada Sabtu: “Tidak pernah menggemari jurnalisme Peen tetapi aku ataupun jurnalis lain akan banyak mempertimbangkan keseluruhan untuk mendapatkan wawancara dengan El Chapo,” katanya.

Eksekutif editor Washington Post Marty Baron men-tweet sebuah tautan pada Sabtu yang menuju sebuah artikel penting “Censor or Die” (sensor atau mati) mengenai teknik intimidasi di mana anggota kartel memaksa jurnalis Meksiko untuk menyensor beritanya.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat