Gafatar Marak, Polda NTB Bentuk Tim Khusus Cari Orang Hilang

Rani Pradini Putri, gadis belia yang dilaporkan menghilang diduga masuk Gafatar. (ist)
Rani Pradini Putri, gadis belia yang dilaporkan menghilang diduga masuk Gafatar. (ist)

kicknews.today Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, memberi perhatian setiap laporan orang hilang, karena dikhawatirkan akan bernasib sama seperti Rani Pradini Putri, seorang mahasiswi semester III Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, yang diduga ikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

“Silahkan kalau ada anggota keluarga atau anaknya yang diduga hilang dengan cara tidak wajar. Jangan sungkan melaporkannya kepada pihak kepolisian, kami berupaya membantu semaksimal mungkin,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Jumat (15/1).

Terkait hal itu, Polda NTB diakuinya sudah membentuk tim penyelidik yang bertugas khusus untuk melakukan pencarian. “Seperti yang sudah diungkapkan Kapolda NTB, sudah ada tim yang dibentuk khusus untuk mencari orang hilang,” ujarnya.

Pembentukan tim penyelidik itu dibentuk setelah NTB digemparkan oleh isu perekrutan anggota organisasi terlarang yaitu Gafatar. Seperti kasus yang dilaporkan orang tua Rani, yang menduga bahwa anaknya ikut bergabung dengan Gafatar, terhitung sejak Mei 2015.

“Untuk pencarian Rani, masih terus diupayakan. Bahkan, kami tetap berkoordinasi dengan pihak polda lain untuk mengetahui keberadaannya,” kata Tri Budi.

Sehubungan dengan upaya keras untuk mencari keberadaan Rani, Tri Budi dengan rendah hati meminta kepada pihak keluarga untuk lebih bersabar, dan disilahkan untuk selalu memantau perkembangan penyelidikan anaknya.

“Sampai saat ini belum ada informasi keberadaan Rani, tapi kami akan terus berupaya melakukan pencarian. Untuk orang tuanya, kami minta lebih bersabar, dan diharapkan untuk tidak sungkan selalu menanyakan perkembangannya,” kata Tri Budi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat