in

Banyak Penipuan, Masyarakat Diminta Hati-Hati Pilih Biro Perjalanan Umrah

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi – “Jangan mudah tergiur dengan biaya murah saja, mana mungkin berangkat ke Mekkah dengan biaya yang rendah,”kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumbar Syamsui (net)

kicknews.today Padang – Kementerian Agama wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih biro perjalanan umrah mencegah terjadinya penipuan seperti gagal berangkat atau terlantar di Tanah Suci.

“Pertama sekali pastikan biro tersebut resmi, punya izin dan terdaftar di Kementerian Agama serta biayanya masuk akal, ” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumbar Syamsuir di Padang, Rabu (13/1).

Menurut dia, jika ada yang menawarkan paket perjalanan umrah dengan biaya murah diluar kelaziman perlu diwaspadai.

“Jangan mudah tergiur dengan biaya murah saja, mana mungkin berangkat ke Mekkah dengan biaya yang rendah,” kata dia.

Ia menjelaskan komponen biaya perjalanan umrah minimal meliputi tiket pesawat, penginapan, makan dan lainnya, karena itu coba pertimbangkan apakah masuk akal jika ada yang menawarkan dengan biaya yang terlalu murah.

Kalau ada yang menawarkan harga di bawah Rp25 juta perlu dipertanyakan karena tidak logis, sebab normalnya biaya umrah sekarang di atas Rp25 juta, ujarnya.

Oleh sebab itu agar masyarakat tidak dirugikan sebelum berangkat umrah silahkan berkonsultasi ke kantor kementerian agama di daerah memastikan biro perjalanan umrah yang resmi, kata dia.

Ia menyebutkan di Sumbar hanya ada tiga biro perjalanan umrah yang terdaftar dan resmi, selebihnya tidak terdaftar dengan jumlah mencapai puluhan.

“Banyak yang punya kantor pusat di Jakarta dan buka cabang di Padang kemudian mencari calon jamaah, itukan izinnya di Jakarta, sementara operasinya di Sumbar,” katanya.

Ia mengatakan sejak 2015 telah menyosialisasikan soal izin biro perjalanan umrah kepada Kemenag kabupaten dan kota.

Sebelumnya 76 calon umrah yang akan berangkat melalui biro perjalanan PT Putra Tanjung Arafah Tour terlantar di Asrama Haji Tabing Padang sejak Senin (11/1) karena ada pembatalan sepihak dari biro.

Salah seorang jamaah asal Jambi HM Mutub mengaku telah melunasi pembayaran sejak Februari 2015 namun sampai sekarang kelengkapan seperti visa dan paspor belum diterima.

Karena situasi tidak terkendali Kapolsek Koto Tangah Padang Kompol Jon Hendri datang meredam suasana dan membantu mediasi.

Direktur Utama PT Putra Tanjung Arafah Tour Zulkifli mengatakan pembatalan keberangkatan karena pihaknya belum menerima visa dan paspor serta kelengkapan jamaah lainnya dari perusahaan mitra kerjanya PT Asizi yang berlokasi di Bekasi.

“Komunikasi kami dengan PT Asizi sedikit terganggu terkait ganti rugi akan segera disiapkan,” ujar dia. (ant)


What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan