Kapolda NTB Tegaskan Akan Tindak TEGAS Pelanggar Hukum

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono saat acara apel pagi di Lapangan Mapolda NTB (kicknews)
Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono memberi pengarahan kepada segenap jajarannya saat acara apel pagi di Lapangan Mapolda NTB (kicknews)

kicknews.today Mataram – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol Umar Septono mengatakan polisi harus tetap menunjukkan sikap tegas terhadap para pelanggar hukum.

“Kita tidak boleh kalah dengan pihak yang tidak taat hukum, jadi saya perintahkan kepada seluruh anggota yang bertugas untuk tetap bersikap tegas dalam mengambil tindakan,” kata Umar Septono di Mataram, Senin (11/1).

Hal itu ditegaskannya setelah di awal tahun 2016 mencuat sejumlah persoalan hukum yang berkaitan dengan kasus penganiayaan dan konflik antarkampung, seperti yang terjadi di Kabupaten Bima maupun Dompu.

“Seperti kasus yang sedang hangat dibicarakan saat ini, penganiayaan yang berujung tewasnya seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima, Rhoma Irama, pada Rabu (6/1) lalu,” katanya.

Dampak dari kasus tersebut, pihak kepolisian harus melakukan siaga pengamanan tingkat satu di wilayah Kota Bima maupun Kabupaten Bima. Karena dampaknya dikhawatirkan dapat membias ke ranah konflik antarsuku.

Namun, setelah melalui upaya penanganan yang cukup matang, akhirnya dua pelaku yang diketahui masih tercatat sebagai mahasiswa di STKIP Bima itu, datang menyerahkan diri ke Polresta Bima, pada Senin (11/1) pagi.

“Iya kedua pelaku sudah menyerahkan diri. Mereka berinisial AJ dan AL. Keduanya mengaku yang melakukan penganiayaan kepada korban hingga tewas,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti.

Sementara itu, kasus yang hampir mirip juga terjadi di Kabupaten Dompu, tepatnya di Desa Lapadi, Kecamatan Pajo. Kasus penganiayaan seorang pemuda bernama David yang hingga kini belum diketahui motifnya itu, terus diperintahkan untuk diusut hingga tuntas.

“Seperti apa yang sudah diutarakan pimpinan kami (Kapolda NTB), anggota diperintahkan untuk mengusut kasus itu hingga tuntas,” ujarnya.

David, asal Dusun Jati, Desa Lapadi, Kecamatan Pajo, diketahui tewas pada Kamis (7/1) lalu, setelah sebelumnya dianiaya oleh sekelompok pemuda yang diduga berasal dari dusun tetangga (Dusun Paladi), pada Senin (4/1) malam.

“Kasus ini masih terus ditangani Polres Dompu dengan dibantu dari satuan brimob. Untuk sementara ini sudah ada empat pelaku yang diamankan,” ucapnya.

Dampak dari persoalan itu pun sangat disayangkan oleh Kapolda NTB, yakni berujung pada perusakan lima rumah dan dua rumah yang sengaja dibakar oleh pihak keluarga korban asal Dusun Jati, Desa Lapadi.

“Pelaku perusakan dan pembakaran rumah warga di Dusun Lapadi masih buron. Sampai saat ini, anggota terus berupaya melakukan pencariannya,” ucap Tri Budi.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat