BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

SMUN 2 Pujut Diserbu Ratusan Warga Buntut Aksi Pemalakan Siswa

Beberapa kaca dan jendela SMUN 2 Pujut hancur akibat di lempari warga yang marah buntut aksi preman yang dilakukan oleh beberapa siswa sekolah tersebut (kicknews)
Beberapa kaca dan jendela SMUN 2 Pujut hancur akibat di lempari warga yang marah buntut aksi preman yang dilakukan oleh beberapa siswa sekolah tersebut (kicknews)

 

kicknews.today Praya – Masih pelajar tapi berlaku seperti preman, hal itu dilakoni oleh beberapa orang siswa SMUN 2 Pujut Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, masing-masing berinisial VE (16), US (16) dan JU (16) yang melakukan pemalakan pada salah seorang rekan mereka, Suhaili (18) Sabtu (09/1).

Tindakan aksi preman mereka itu ternyata berbuntut panjang, Suhaili yang menolak memenuhi permintaan para pelaku habis digebukin hingga babak belur, tak terima dengan perlakuan mereka, Suhaili lalu melaporkan perbuatan ketiga pelaku ke orang tuanya.

Tak sampai disitu, ternyata masyarakat disekitar tempat tinggal Suhaili di Dusun Pengeleng Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pun tak menerima perbuatan premanisme ketiga pelaku. Puncaknya, Senin (11/1) pukul 08.30 wita, sekitar 150 orang warga datang menggunakan 20 motor dan sebuah Truk ke sekolah para pelaku.

Aksi pengerusakan pun terjadi, warga yang sudah kesal langsung melempari sekolah dengan batu yang mengakibatkan kerusakan beberapa ruang kelas, menghancurkan kaca, jendela serta meja dan kursi.

Menurut pihak sekolah, rencananya hari itu, Senin akan dilakukan mediasi dengan keluarga pelaku dan korban.

“Namun belum sempat dilangsungkan, tiba-tiba mereka (massa) datang dengan melempari sekolah dan membawa senjata tajam dan masuk ke areal sekolah,” kata salah seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya pada kicknews.

Kapolsek Pujut yang langsung datang ke lokasi bersama Babhinkamtibmas masing-masing Desa, segera berusaha menenangkan massa, dan meminta semua pihak agar bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan baik tanpa kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Lombok Tengah sedang mengupayakan mediasi dengan memanggil Kades Sukadana, Kades Truwai, Kades Bangket Parak, asal para pelaku dan korban serta Kepala sekolah dan staf guru serta wali murid.

Sementara itu, Kepala sekolah SMUN 2 Pujut berencana hari ini akan melaporkan semua permasalahan tersebut ke pihak Kepolisian Polres Loteng.

“Semua akan kami laporkan, termasuk masalah perkelahian siswa serta pengerusakan sekolah,”katanya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Bedul “bernyanyi”, Polres Loteng Ringkus Dua Pengedar Ganja Lagi

  Mataram – ‘Nyanyian’ Bedul, tersangka kasus kepemilikan ganja yang ditangkap Rabu (2/8) dinihari kemarin ...