BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Menguak Misteri Rinjani, Ada Kisah Cinta, Dendam Dan Pengkhianatan

kicknews.today – Gunung Rinjani, tak pernah bosan rasanya mengulas tentang keanggunan mewah Sang Maha Pencipta yang satu ini.  Sebuah masterpiece gunung hasil polesan citarasa seni dan sentuhan cinta-Nya pada masyarakat Lombok.  Tapi tahukah anda dibalik keanggunannya, keindahannya ada sebuah kisah tentang cinta, dendam dan pengkhianatan yang menyelimutinya.
Gunung Rinjani dengan Segara Anaknya dan Gunung Barujari salah satu tujuan favorit wisatawan (foto : imran putra sasak)
Gunung Rinjani dengan Segara Anaknya dan Gunung Barujari salah satu tujuan favorit wisatawan (foto : imran putra sasak)
kicknews mengajak anda menapaki misterinya serta nama yang kini disandangnya, Rinjani.

Pada jaman dahulu diwilayah Lombok Barat tak jauh dari pelabuhan Lembar, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Taun.  Kerajaan ini diperintah oleh seorang Raja yang bijaksana bernama Datu Taun didampingi  oleh permaisurinya yang cantik jelita, Dewi Mas.

Di bawah kepemimpinannya, kerajaan aman, damai, dan tenteram. Namun meskipun demikian, sang Raja selalu terlihat bersedih, hal ini dikarenakan beliau belum dikarunia seorang putera, sementara Raja dan Permaisuri sudah semakin bertambah tua.

Di suatu pagi yang cerah, Raja dan permaisuri duduk bercakap-cakap. Baginda curhat tentang kekhawatirannya jika kelak mereka tidak memiliki anak.

“Adinda kanda ingin menyampaikan permintaan, ijinkanlah kakanda mengambil istri seorang lagi. Mudah-mudahan dengan demikian kita akan dikaruniai anak yang akan menggantikan pemerintahan kelak” Sabda Sang Raja.

Sang Permaisuri mengerti kekhawatiran sang raja, maka iapun menyetujui.  Singkat cerita, tak lama berselang Baginda Datu Tuan meminang seorang gadis cantik bernama Sunggar Tutul, puteri dari Patih Aur.

Sejak saat itu perhatian Raja terhadap Dewi Mas mulai berkurang, beliau lebih sering tinggal di istana isteri mudanya. Sikap Raja yang terkenal adil ini tanpa sadar telah bertindak tidak adil terhadap permaisurinya. Namun meskipun diperlakukan tak adil, Dewi Mas selalu sabar.  Seiring waktu berlalu, sebuah kemurahan Yang Maha Kuasa padanya, Dewi Mas mengandung.

Berita tentang kehamilan Dewi Mas ini tentu saja mengejutkan Sunggar tutul, ia takut Raja akan berpaling dari dirinya dan kembali ke Permaisuru Dewi Mas. Untuk itu dengan cara yang licik Sunggar Tutul menghasut Raja, bahwa kehamilan Dewi Mas diakibatkan oleh perbuatan serong dengan seorang yang bernama Lok Deos.

Alhasil, murkalah Baginda Datu Taun, maka Dewi Mas pun di usir dari istana dan dibuang ke sebuah gili. Dengan ditemani oleh para pengiringnya Dewi Mas.

Hari berganti minggu, waktu pun berlalu dengan cepat bersama tembang angin dan juga bintang serta tarian ombak.  Pada suatu ketika lewatlah sebuah kapal mendekati gili tersebut, seperti ada suatu kekuatan gaib sang Nakhoda kapal tersebut mengarahkan kapalnya ke gili, dan dari kejauhan dia melihat seorang wanita cantik yang bersinar. Nakhoda dan para awak kapalpun berlabuh dan mampir ke pondok Dewi Mas.

Air Terjun Kalak, Gunung Rinjani (kicknews foto: imran putra sasak)
Air Terjun Kalak, Gunung Rinjani (kicknews foto: imran putra sasak)
Setelah dijamu para penumpang kapal tersebut menanyakan kenapa Dewi Mas bisa tinggal di tempat tersebut, karena selama ini gili tersebut tidak berpenghuni. Dewi Mas pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Dewi Mas meminta Nakhoda dan awak kapal tersebut untuk mengantarkannya ke pulau Bali. Akhirnya Dewi Mas beserta para pengiringnya tinggal di Bali dan membangun pemukiman baru. Hari kelahiranpun tiba, Dewi Mas melahirkan dua anak kembar yang masing-masing disertai dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir beserta sebilah keris, dan seorang lagi bayi perempuan lahir beserta anak panah. Bayi laki-laki ini diberi nama Raden Nuna Putra Janjak sedangkan sang bayi perempuan diberi nama Dewi Rinjani.Kedua bayi tersebut tumbuh besar menjadi anak-anak yang lucu dan menarik. Namun pada suatu hari kedua anak tersebut menanyakan siapakah ayah mereka, karena selama ini mereka sering diejek teman-temannya karena tidak punya ayah.

Karena desakan kedua anaknya yang terus menerus, maka Dewi Mas pun menceritakan semua kisah yang dialaminya. Diceritakannya bahwa ayah mereka adalah seorang Raja di Lombok yang bernama Datu Taun, dirinya dibuang kesebuah gili karena difitnah oleh madunya Sunggar Tutul.

Raden Nuna Putra Janjak menjadi sangat marah dia memohon kepada ibunya agar diijinkan untuk menemui ayahnya ke Lombok. Karena terus didesak akhirnya Dewi Mas pun mengijinkan puteranya bersama para pengiring berlayar ke Lombok.

Sesampai di Lombok Raden Nuna Putra Janjak segera masuk ke istana namun di hadang oleh para penjaga. Pertarunganpun tak terelakkan, Raden Nuna Putra Janjak meskipun masih kecil namun dengan keris ditangan yang muncul bersamaan ketika ia lahir, sangatlah sakti dan tak tertandingi.

Banyak lawan yang tak berdaya hingga Baginda Datu Taun harus turun bertanding. Pertarungan yang serupun terjadilah, mereka saling menghujamkan kerisnya. Mereka berdua sama kuat, keris masing-masing tidak dapat saling melukai. Tiba-tiba terdengarlah suara gaib dari angkasa ” Hai Datu taun, jangan kau aniaya anak itu. Anak itu adalah anak kandungmu sendiri dari istrimu Dewi Mas”.

Setelah mendengar suara itu , ia amat menyesal maka dipeluknya Raden Nuna Putra Janjak. Setelah mendengar cerita dari Raden Nuna Putra Janjak , maka Baginda Datu Tuan segera menjemput permaisuri ke Bali. Seluruh istana dan penduduk Taun bersuka cita, Dewi Mas tidak menaruh dendam sama sekali kepada Sunggar Tutul, mereka semua hidup damai dan tenteram.

Raden Nuna Putra Janjak tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan bijaksana. Baginda Datu Taun sudah semakin tua dan akhirnya menyerahkan tahta kerajaan kepada puteranya.

Sesudah puteranya naik tahta Baginda Datu Taun kemudian menyepi di gunung diiringi putrinya Dewi Rinjani. Di puncak gunung itulah baginda dan puterinya bertapa bersemedi memuja Yang Maha Kuasa.

Di puncak gunung ini Dewi Rinjani diangkat oleh para Jin dan mahluk halus menjadi Ratu. Dan sejak saat itulah gunung yang tinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Lombok Ibarat Emas Pariwisata, Sedikit Dipoles, Bali Lewat…

  kicknews.today Mataram, – Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) ...