in

Brem, Minuman Dewa Mabok Khas Lombok

minum brem saat upacara adat (tempo)
masyarakat lokal biasanya minum Brem untuk menghilangkan letih sehabis bekerja (net)
masyarakat lokal biasanya minum Brem untuk menghilangkan letih sehabis bekerja (net)

wisata-kicknews.today – Kalau sempat berlibur ke Pulau Lombok jangan sia-siakan kesempatan tersebut hanya dengan berjemur di pantainya yang indah, atau berkemah di ketinggian pesona megah Gunung Rinjani, atau berendam menyucikan diri di Danau Segara Anak, atau kekenyangan dengan kenikmatan kuliner penuh rasa petualangannya.

Karena hal itu belum lengkap kalau kamu belum mencicipi satu minuman khas Lombok yang ‘nendang’ ini. Namanya, Brem. Bule biasa menyebutnya, Vodka Lombok atau Rice Wine.

Terlepas dari kontroversi nama itu, minuman khas Lombok ini memang jadi favorit para turis lokal (apalagi yang emang doyan mabok) karena harganya murah, menurut pengakuan mereka inilah jalan cepat buat mabok yang murah.  Karena harganya tak semahal minuman pabrik.

Warnanya putih keruh, nampak seperti air bekas kobokan, terbuat dari air beras yang disaring diberi tambahan bahan lain untuk khasiat obat, tapi ada juga yang langsung disimpan. Nah, biang keladi efek maboknya tercipta selama proses fermentasi ini. Semakin lama disimpan akan semakin ‘Nendang’ alkoholnya, bahkan bisa sampai 15-25 persen bahkan lebih tergantung ‘kesabaran’ menyimpannya, dan warnanyapun akan semakin bening.  Namun, masyarakat jarang membiarkannya terlalu lama, karena menurut mereka khasiat obatnya berkurang yang bertambah malah efek maboknya.

Beberapa tempat di Lombok masih memproduksi minuman ini, seperti di daerah Bayan Lombok Utara.  Salah seorang warga lombok penggemar minuman tradisional ini yang tinggal di Praya Lombok Tengah, Amaq (Pak) Pie mengatakan, “minuman ini biasanya kami gunakan sebagai obat encok, atau ketika badan letih sehabis bertani, minum 2-3 gelas badan akan terasa segar,” jelasnya sambil menawari kicknews mencicipi Brem racikannya.

Brem juga kadang masih disuguhkan tuan rumah untuk para tamu dalam upacara adat, seperti acara pernikahan.  Bagaimana? tertarik untuk mencicipi dan rasakan ‘tendangannya’?, makanya Ayo Dong ke Lombok.