Jadilah yang Pertama Tau

Munaslub Partai Golkar, Dua Kelompok Dua Kepentingan, Sudutkan ARB

Wacana munaslub akan mempertemukan kepentingan dua kelompok di Partai Golkar yang bertentangan dengan Aburizal Bakrie (net)
Wacana munaslub akan mempertemukan kepentingan dua kelompok di Partai Golkar yang bertentangan dengan Aburizal Bakrie (net)

kicknews.today Jakarta – Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk menyelesaikan konflik di partai tersebut akan menyudutkan posisi Aburizal Bakrie dan kepengurusan hasil Munas Bali.

“Wacana munaslub akan mempertemukan kepentingan dua kelompok di Partai Golkar yang bertentangan dengan Aburizal Bakrie, yaitu kubu Munas Ancol dan faksi baru dari kepengurusan Munas Bali yang dikomandoi Akbar Tanjung,” kata Said Salahudin melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Jumat (8/1).

Bila kelompok Akbar bersekutu dengan kubu Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono dalam munaslub, menurut Said, hal itu akan menjadi ancaman serius bagi kubu Aburizal Bakrie.

Menurut Said, satu-satunya peluang Aburizal Bakrie hanyalah putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan putusan pengadilan tinggi yang mengesahkan kepengurusan hasil Munas Ancol.

“Bila MA segera mengeluarkan putusan yang memperkuat putusan pengadilan tinggi, Partai Golkar kubu Munas Ancol dan faksi-faksi baru yang muncul di kepengurusan hasil Munas Bali tidak akan bisa berbuat banyak,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono mewacanakan munas sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik kepengurusan di partai tersebut.

“Setidak-tidaknya dari berbagai opsi yang muncul dan akan ditetapkan, menurut saya yang paling baik adalah melaksanakan munas,” katanya.

Agung menyampaikan hasil rapat Forum Silaturahmi Daerah yang diikuti perwakilan dari 34 daerah yang dilaksanakan di kediamannya memutuskan bahwa Partai Golkar harus melaksanakan munas dalam waktu dekat untuk memilih pemimpin baru.

Agung mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini tengah mengalami kevakuman kepemimpinan kepengurusan karena SK kepengurusan DPP Golkar Munas Ancol dicabut oleh Kemenkumham dan tidak mengesahkan SK kepengurusan DPP Golkar Munas Bali. Selain itu, dia juga menyebut kepengurusan DPP Golkar hasil Munas Riau juga sudah berakhir.

“Maka, jawaban terhadap hal ini hanyalah dilaksanakannya munas dalam waktu yang secepat-cepatnya,” kata Agung. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat