Jadilah yang Pertama Tau

Tidak Marah, Kapolda NTB Malah Jenguk Oknum Brimob Yang Menjembret

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono saat menjenguk oknum Brimob yang terlibat penjambretan (ist,kicknews)
Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono saat menjenguk oknum Brimob yang terlibat penjambretan (ist,kicknews)

kicknews.today Mataram – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol Umar Septono, Selasa (5/1), datang menjenguk salah seorang oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) yang terlibat kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan cara kekerasan (curas).

Kepala Kepolisian Resor Mataram AKBP Heri Prihanto kepada wartawan di Mataram, membenarkan bahwa Kapolda NTB datang ke sel tahanan Mapolres Mataram, menjenguk salah seorang anggotanya berinisial SS, yang diduga terlibat sebagai pelaku curas atau jambret.

“Kapolda datang Selasa pagi (5/1) mengunjungi ruang sel tahanannya, beliau sempat berkomunikasi dengan oknum anggota Brimob itu,” kata Heri.

Dalam komunikasinya, kata dia, Kapolda NTB memberikan dukungan kepada si oknum anggota Brimob, untuk lebih bersabar dalam menghadapi cobaan yang dihadapinya.

“Ada beberapa pesan moral yang disampaikan Bapak Kapolda NTB kepada oknum anggota Brimob,” ujarnya.

Kapolda NTB yang dikenal bersahaja itu tidak terlihat marah kepada anak buahnya itu, tapi wajah kecewa tetap tak bisa disembunyikannya.

Di tempat berbeda, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti mengatakan pada wartawan, kalau Kapolda NTB merasa sedang diuji.

Sehari sebelumnya dia mengaku mendengar Kapolda menyampaikan kepada para Pejabat Utama dan Kapolres soal anggota yang bermasalah, “Mari kita bercermin, kalau ada anggota melakukan pelanggaran bukan berarti mutlak kesalahan anggota, tapi Kapolda, PJU dan Kapolres ikut andil menciptakan peluang karena lemah dalam pengawasan melekat” katanya mengutip bahasa Kapolda.

Diketahui, SS yang berpangkat Bripda itu awalnya tertangkap basah oleh warga, bersama dengan seorang rekan aksinya berinisial BA, pada Senin (4/1) malam, sekitar pukul 23.00 WITA, di depan Hotel Golden Palace, Cakranegara.

Aksinya berhasil digagalkan setelah kendaraan yang mereka gunakan saat beraksi itu berhenti di depan Hotel Golden Palace, karena kehabisan bahan bakar (bensin).

“Katanya kendaraan mereka kehabisan bensin, tepat di depan Hotel Golden Palace. Akibatnya, warga setempat yang mengetahui aksi kejahatan mereka, langsung menghadang dan menghakiminya,” ucap Heri.

Lebih lanjut, kini kedua pelaku beserta kendaraan roda dua dan barang bukti hasil pencuriannya itu sudah diamankan di Mapolres Mataram dan dikatakan masih dalam proses pemeriksaan.

“Pasal yang dikenakan, yakni Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan cara Kekerasan (curas), ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” katanya.

Sedangkan, dari hasil pengakuan sementara yang diperoleh penyidik bahwa kedua pelaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut. “Kalau SS mengaku aksinya ini dilakukan baru pertama kali, dan terpaksa dilakukan karena terbelit hutang,” ucapnya.

Atas perbuatannya pun, nasib SS yang diketahui masih terdaftar sebagai anggota Brimob Polda NTB itu, juga akan diproses secara disiplin dan kode etik, sesuai dengan hukum kepolisian.

“Proses pidananya juga akan berjalan bersamaan dengan proses disiplin dan kode etiknya. Tapi proses pidananya dahulu baru proses disiplin dan kode etiknya,” kata Heri.

Terkait dengan persoalan ini, mantan Kapolres Lombok Timur itu menegaskan bahwa jika SS terbukti bersalah sesuai dengan pasal yang dikenakan, maka pihaknya tidak segan akan mengambil tindaka tegas.

“Tidak ada yang istimewa, semua proses akan tetap dijalani, kalau itu benar terbukti,” ujarnya. (ist)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat