Jadilah yang Pertama Tau

Gubernur NTB Pacu Pimpinan SKPD Pertajam Program Kurangi Kemiskinan

Ilustrasi kesenjangan sosial di NTB (kicknews)
Ilustrasi kesenjangan sosial di NTB (kicknews)

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi menginstruksikan seluruh pimpinan SKPD untuk lebih memacu dan mempertajam berbagai program yang bisa mengurangi angka kemiskinan.

“Kita bersyukur penurunan angka kemiskinan 0,56 persen. Itu cukup bagus karena menjadi motivasi kita untuk lebih semangat dalam membuat program yang bisa lebih kongkret untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Zainul Majdi di Mataram, Selasa (5/1).

Menurut dia, penurunan angka kemiskinan itu bisa dilakukan, jika semua program yang di jalankan terutama di APBD 2016 menyentuh langsung masyarakat. Terutama, dalam rangka peningkatan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita tahu saat ini aktivitas ekonomi cukup bagus, terlebih peran swasta, investasi yang masuk ke NTB saat ini cukup besar, seperti contoh pabrik gula di Kabupaten Dompu yang mampu menyerap tenaga kerja begitu banyak,” katanya.

Belum lagi, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang perdagangan, jasa dan sentra-sentra ekonomi lainnya di kota Mataram dan investasi dari pengusaha lokal yang begitu tinggi, serta di dukung belanja pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang cukup mendukung, sehingga mempengaruhi pengurangan angka kemiskinan di daerah,” jelas gubernur.

“Yang juga tidak kalah penting, kata gubernur adalah konsumsi rumah tangga, sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan dan pariwisata yang kita cukup tinggi. Bahkan, adanya TKI pun di luar negri sangat membantu dan berperan besar bagi ekonomi NTB,” terangnya.

Karena itu, menurut gubernur, agar menjaga masyarakat tidak menjadi miskin kembali, khususnya di kalangan petani sebagai masyarakat yang masih besar angka kemiskinannya, adalah bagaimana harga komoditas yang dihasilkan dari jerih payah petani bisa tetap tinggi atau harganya tetap terjamin.

“Kalau harga komoditas yang mereka hasilkan itu cukup dirasakan dan baik bagi petani, maka pasti mereka tidak akan miskin. Tetapi, kalau harga itu tiodak berpihak kepada mereka, maka juga sebaliknya kemiskinan itu tidak akan turun-turun,” tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, jumlah penduduk miskin di NTB mengalami penurunan. Pada September 2015 mencapai 802,29 ribu orang (16,54 persen), berkurang 21,60 ribu orang (0,56 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang sebesar 823,89 ribu orang (17,10 persen).

Selama periode Maret-September 2015, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 14,60 ribu orang (dari 391,88 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 377,28 ribu orang pada September 2015), begitu pula di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 7,00 ribu orang (dari 432,01 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 425,01 ribu orang pada September 2015). (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat