Siap-Siap Listrik Padam Saat Pilkada NTB Nanti

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat mengaku tetap berharap tidak terjadi pemadaman listrik yang bisa mengganggu pelaksanaan pilkada serentak pada 9 desember mendatang di tujuh kabupaten/kota di daerah itu, kendati mereka juga tidak bisa memberikan jaminan dan kepastian soal itu.

“Kalau tidak ada pemadaman, kita belum bisa pastikan. Karena sampai saat ini kita masih mengalami kekurangan pasokan 5-10 megawatt,” kata Manager Niaga PLN Wilayah NTB Aris Suwardianto seusai rapat koordinasi pemantapan pilkada tujuh kabupaten kota yang berlangsung di KPU NTB di Mataram, Jumat (4/12).

Ia menjelaskan, saat ini pasokan listrik untuk sistem Pulau Lombok mencapai 200 megawatt. Sedangkan, ketika memasuki beban puncak kapasitas yang ditanggung mencapai 208 megawatt.

“Dengan kondisi ini, kita masih tetap siaga. Karena kemampuan PLN juga masih terbatas untuk itu,” katanya.

Kendati demikian, Aris mengakui pihaknya terus berupaya mengatasi kurangnya pasokan listrik tersebut. Walaupun, ia juga tidak bisa memastikan hingga sampai kapan kondisi seperti itu akan berakhir. Mengingat, proses pemilihan tinggal menghitung hari lagi.

“Kalau upaya perbaikan masih terus kita lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori tidak memungkiri sangat mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi di daerah itu. Sebab, dengan kondisi itu ditribusi logistik yang saat ini dilakukan KPU menjadi terganggu.

“Lagi asyik sortir-sortir dan lipat surat suara, lampu padam. Lagi gembokin dan segelin kotak suara, lampu padam. Lagi milah-milah anak kunci biar tidak keliru padam lampu. Lagi bimtek KPPS di aula kantor desa, padam lampu,” katanya.

Ia mengatakan, apabila pemadaman listrik masih terus berlangsung hingga pilkada 9 Desember, pihaknya cukup khawatir proses pilkada di tujuh kabupaten/kota di provinsi itu menjadi terganggu. Terutama, saat proses penghitungan maupun rekapitulasi suara.

“Persoalan listrik ini sudah kita sampaikan ke PLN, karena saat pilkada berlangsung masalah listrik ini tidak boleh terjadi,” katanya.

Untuk itu, ia berharap dalam rapat koordinasi pemantapan pilkada di tujuh kabupaten/kota yang juga dihadiri PLN tersebut, pemadaman listrik tidak lagi terjadi.

“Kita berharap masalah pemadaman ini tidak terjadi, karena jika ini terus berlangsung, apalagi saat penghitungan dan rakapitulasi suara menjadi terganggu,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat