Ckckck, Di Pilkada Serentak Forum Guru Malang Janjikan 5000 Suara Untuk No.2

ilustrasi - tugu Balaikota Malang (net)
ilustrasi – tugu Balaikota Malang (net)

 

kicknews.today Malang – Forum guru di Kabupaten Malang berjanji menyumbangkan lebih dari 5.000 suara untuk pasangan calon nomor urut 2, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 9 Desember 2015.

Ketua Forum Guru Kabupaten Malang, Jawa Timur, Dr Sukirno Adianto di Malang, Sabtu (5/12) mengemukakan dirinya bersama guru se-Kabupaten Malang sudah banyak pengalaman dari mengajar selama puluhan tahun sehingga tahu mana pilihan yang benar untuk memimpin Kabupaten Malang lima tahun ke depan.

“Suara guru yang mencapai lima ribu lebih itu hanya jumlah guru yang tergabung dalam forum saja, belum termasuk keluarga dan rekanannya yang akan digiring memilih calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) yang diusung PDIP ini,” ujar Sukirno.

Ia mengaku “unek-unek” para guru sudah tersampaikan semua ketika berdialog dengan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Eddy Rumpoko, mulai dari kesejahteraan yang selama ini kurang diperhatikan hingga manajemen pendidikan yang tidak jelas.

Dengan hadirnya pasangan calon nomor urut 2 ini, lanjutnya, ia melihat tim cabup-cawabup ber-tagline “Malang Anyar” tersebut memiliki pengalaman lebih baik di bidang pendidikan dan sudah dibuktikan di Kota Batu selama kepemimpinan Eddy Rumpoko sebagai wali kota.

Menurut dia, kelebihan tim Malang Anyar bisa mengatur bagaimana pendidikan itu harus dijalankan. Kalau sudah punya kemampuan ini, pendidikan yang maju itu mudah diraih, termasuk kebutuhan guru juga bakal diperhatikan.

Ia memang menggarisbawahi keinginan rata-rata guru adalah kesejahteraannya naik, khususnya guru-guru swasta, guru tidak tetap (GTT) dan tenaga kependidikan tidak tetap. Paling tidak gaji yang diterima harus sesuai upah minimum kota/kabupaten (UMK) dan meningkatkan bantuan operasional sekolah (BOS).

“Kami juga berharap mendapat kenaikan tunjangan kesejahteraan guru, serta meningkatkan bantuan siswa miskin dari dana APBD Kabupaten Malang,” tuturnya.

Menanggapi keinginan forum guru tersebut, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Eddy Rumpoko berjanji akan mewujudkan seluruh keluh kesah yang disampaikan para guru. “Pendidikan menjadi konsentrasi penuh kami, apalagi para guru merupakan ujung tombak mendidik anak-anak kita karena 10 hingga 20 tahun mendatang mereka akan menjadi pemimpin,” ujarnya.

Wali Kota Batu itu juga berjanji akan melibatkan guru dalam setiap pengambilan keputusan, sebab transparansi program amat penting dalam mengembangkan pendidikan. “Seluruh guru akan kami perhatikan, di sekolah negeri, sekolah swasta, juga pondok pesantren. Selain itu, pengelolaan pendidikan harus baik, bukan hanya soal gratisnya, tapi cara mendidik anak hingga berhasil,” ucap Eddy.

Sementara itu tim pemenangan Malang Anyar, Bagyo Prasasti Prasetyo mengatakan pendidikan gratis di Kabupaten Malang bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. “Kami dapat informasi, kalau pendidikan gratis itu tidak akan terlaksana karena bisa mematikan swasta. Itu salah, pendidikan gratis bisa diwujudkan bila pengelolaanya benar,” tegas Bagyo.

Selain soal pengelolaan, keberpihakan pemerintah daerah juga penting untuk mewujudkan pendidikan gratis ini. Dan calon bupati yang mengusung tagline Malang Anyar ini sangat mendukung terwujudnya pendidikan gratis.

“Jaringan Malang Anyar ini sampai ke pusat dan sangat kuat sehingga bisa mendorong Dana ALokasi Khusus (DAK) agar berpihak ke Kabupaten Malang. Ini salah satu cara mewujudkan pendidikan gratis, apalagi untuk mewujudkan kesejahteraan para guru, Dewanti-Masrifah sudah berpengalaman. Dewanti sebagai dosen, dan Masrifah sendiri sudah puluhan tahun menjadi guru,” ucapnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat