Rusuh Terus, Polda Riau Pertimbangkan Hentikan Kongres HMI

Massa HMI Bakar Ban di Tengah Jalan di Pekanbaru (istimewa)
Massa HMI Bakar Ban di Tengah Jalan di Pekanbaru (istimewa)

 

kicknews.today Pekanbaru – Polda Riau mempertimbangkan opsi untuk menghentikan pelaksanaan kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke 29 di Pekanbaru usai pecah bentrokan Jumat (4/12) dinihari.

“Sudah terlalu larut pelaksanaannya dan selalu menimbulkan kerusuhan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (4/12).

Dia akan berkoordinasi dengan Panitia Kongres HMI, Pemerintah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau terkait opsi penghentian pelaksanaan kongres tersebut.

Menurut Guntur, pelaksanaan kongres telah berlarut-larut sementara Polda Riau saat ini mulai konsentrasi dalam pengamanan pelaksanaan pilkada 9 Desember 2015.

Sebelumnya, pelaksanaan kongres HMI pada Jumat dinihari mengalami kericuhan. Massa HMI bentrok setelah peserta tidak menerima hasil putusan kongres yang diputuskan pimpinan sedaing. Akibatnya terjadi lempar-lemparan kursi hingga saling lempar batu saat massa terpecah menjadi dua. Aksi lempar-lemparan batu tersebut bahkan terjadi hingga ke ruas Jalan Jenderal Sudirman.

Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat pada Jumat siang ini guna memutuskan apakah pelaksanaan kongres dapat dilanjutkan atau tidak.

“Namun intinya kita dukung agar pelaksanaan kongres dapat segera diselesaikan,” tegasnya.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono menjelaskan bahwa kerusuhan kongres HMI yang terjadi sekitar pukul 03.20 WIB terjadi antara rombongan liar HMI asal Indonesia bagian timur.

“Kejadian tersebut berawal saat sidang kongres HMI dimana peserta kongres tidak setuju pimpinan sidang membacakan hasil pengesahan komisi,” jelasnya.

Kericuhan semakin tidak terkendali saat massa melakukan provokasi dengan melempar kursi. Bahkan kericuhan terjadi hingga ke Jalan Jendral Sudirman. Aksi masaa sendiri berhasil ditertibkan saat ratusan petugas kepolisian memukul mundur massa.

HMI menggelar kongres ke 29 di Kota Pekanbaru sejak 22 Oktober 2015. Awalnya kongres direncanakan digelar hingga tanggal 26 Oktober 2015 namun hingga kini kongres masih terus berjalan.

Sejak hari pertama kongres digelar, oknum massa HMI terus menimbulkan masalah seperti melakukan pemblokiran jalan dan pengrusakan sejumlah fasilitas di Pekanbaru.

Puncaknya permasalah terjadi saat Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menetapkan delapan tersangka dari oknum peserta Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (Indonesia) ke-29 yang kedapatan membawa senjata tajam jenis badik dan anak panah.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarif Hidayat didampingi Direktur Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Rifai Sinambela mengatakan ke delapan tersangka diamankan petugas dari razia yang digelar disejumlah lokasi pada Senin (23/11).

Dia menjelaskan razia tersebut dilakukan di tiga lokasi yakni Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Komplek MTQ Pekanbaru dan Kampus Unri Gobah.

Hasilnya empat tersangka diamankan dari GOR Remaja dan empat lainnya dari Kampus Unri Gobah. Keempat tersangka yang diamankan di Unri Gobah yakni MA, Y, ML dan AY. “Selanjutnya yang diamankan di GOR Remaja HA, JS, AK dan DA,” jelas Kombes Aries.

Seluruh tersangka diketahui berasal dari Sulawesi dan satu diantaranya berasal dari Ambon.

Saat ini seluruh tersangka diamankan di Mapolda Riau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pengamatan Antara terlihat sedikitnya 23 jenis senjata tajam yang terdiri dari Parang, Belati, dan pisau bentuk rambo. Selain itu terlihat juga delapan pucuk anak panah, tiga botol yang diduga berisi racun untuk anak panah, dua ketapel, satu unit senjata api rakitan serta tujuh unit mancis bentuk senjata api. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat