in

Jelang Pilkada, Sumba Barat Memanas

ilustrasi (net)
ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Kupang – Penjabat Bupati Sumba Barat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur Paulus SK Linu mengatakan suhu politik di wilayah kerjanya mulai memanas menjelang pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015.

“Saat ini, Sumba Barat lagi memanas. Terlalu banyak isu negatif yang bisa memancing amarah warga menjelang pemungutan suara,” katanya ketika menghubungi Antara dari Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Jumat (4/12), terkait situasi politik dan keamanan menjelang Pilkada 9 Desember 2015.

Dia mengatakan, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, untuk meningkatkan pengamanan menjelang maupun pascapemungutan suara.

Sumba Barat merupakan salah satu kabupaten di NTT yang dinilai cukup rawan dalam pesta demokrasi rakyat, sehingga mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan.

Selain itu, pemerintah juga membangun komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat, untuk selalu mengingatkan warga agar tidak terpancing dengan isu-isu, yang bisa memecah belah hubungan persaudaraan di antara sesama orang Sumba Barat.

“Kami juga turun langsung dan bersama aparat kecamatan dan desa bertemu dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman,” katanya.

Dia berharap, siapapun yang terpilih untuk memimpin daerah itu lima tahun ke depan, wajib hukumnya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Sumba Barat, tanpa ada gesekan.

Secara terpisah, Ketua KPU Sumba Barat Rudolf Dimu mengatakan telah meminta semua pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, untuk mengendalikan pendukungnya pascapemungutan suara pada 9 Desember 2015.

“Selama masa kampanye situasi cukup kondusif, tetapi masih ada kemungkinan terjadinya keributan setelah pemungutan suara karena masa tidak menerima hasil pemilihan. Momentum ini yang mesti dijaga bersama,” katanya.

Rudolf Dimu menambahkan, selain melakukan komunikasi dengan para pasangan calon, KPU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk bersama-sama mengambil inisiatif dalam menjaga situasi di daerah itu.

“Hal yang paling penting adalah masing-masing pasangan calon bisa memberikan pemahaman kepada para pendukung, untuk tidak terprovokasi dalam situasi apapun,” katanya menegaskan. (ant)

Tinggalkan Balasan