Polda NTB Buru Aktor Pembebasan Lahan Taman Nasional Gunung Rinjani

ilustrasi -Padang Savana Gunung Rinjani (net)
ilustrasi -Padang Savana Gunung Rinjani (net)

 

kicknews.today Mataram – Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, kini memburu aktor yang berperan dalam pembebasan lahan di wilayah Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Upaya itu dilakukan setelah dikabarkan bahwa lahan BTNGR yang luasnya mencapai ratusan hektare diklaim sebagai hutan adat oleh warga Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten lombok Timur.

Direktur Ditreskrimsus Polda NTB melalui Kasubdit IV AKBP Jon Wesly Irianto di Mataram, Kamis (3/12), mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan Gubernur NTB, bersama PPNS Dinas Kehutanan NTB dan BTNGR untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Sesuai dengan kesepakatan, Polda NTB yang akan menyelidiki dan menyidik kasus ini hingga tuntas, tentunya tetap menjalin koordinasi dengan Gubernur, BTNGR, maupun PPNS dari Dishut NTB,” kata Jon Wesly.

Terkait dengan perkembangannya, pihak kepolisian telah mengklarifikasi sejumlah warga yang mengklaim lahan di wilayah BTNGR itu, termasuk kepala desa setempat.

“Sebenarnya semua pihak sudah dimintai keterangan, kami sekarang sedang mendalaminya, sampai ketemu siapa aktor di belakangnya,” ujar Jon Wesly.

Tersiar kabar bahwa masyarakat diberi kesempatan oleh kepala desa setempat untuk menguasai lahan yang diklaim sebagai kawasan hutan adat di wilayah BTNGR, dengan syarat menyerahkan uang pengganti sebagai “tanda jadi” kuasa.

Sehubungan hal itu, Polda NTBakan mendalami kabar tersebut. Namun, dia enggan menjelaskan upaya yang akan dilakukan, karena hal itu adalah bagian dari strategi penanganannya.

“Nanti saja, yang jelas otak dari kegiatan ini akan kita selidiki,” ucapnya.(ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat