Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, DPR Minta Pejabat dan PNS Kena AIDS Dijatuhi Sanksi

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat Hj Wartiah meminta kepada pemerintah daerah untuk menindak tegas para pejabat yang terjangkit HIV/AIDS agar memberikan efek jera.

“Pemberian sanksi itu penting. Karena kalau ini dibiarkan begitu saja, nanti dianggap sesuatu hal yang bisa saja dan dianggap seolah-olah HIV/AIDS itu sesuatu yang normal,” tegas Wartiah menyikapi banyaknya kalangan pejabat dan PNS di daerah itu yang terjangkit HIV/AIDS saat dikonfirmasi di Mataram, Selasa (1/12).

Menurut dia, semestinya pemberian sanksi tidak hanya diberlakukan kepada PNS yang melakukan tindakan indispliner. Tetapi, pejabat atau PNS yang terjangkit HIV/AIDS pun, harus juga di jatuhi sanksi yang sama. Karena, apa yang dilakukan PNS maupun pejabat tersebut tidak patut dijadikan contoh dan telah mencoreng citra PNS dihadapan publik.

“Saya terkejut dan prihatin ada PNS dan pejabat yang terkena HIV/AIDS. Karenanya, sudah sepantasnya mereka diberikan sanksi sesuai dengan aturan main, agar tidak terulang kepada PNS yang lain,” katanya.

Ia menuturkan, jika kasus serupa terjadi pada anggota DPRD NTB, ia pun dengan tegas meminta agar itu diusut tuntas dan diberikan sanksi. Tentunya, pemberian saksi itu diputus melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB.

Karena, kata dia, jika HIV/AIDS saja ditemukan di kalangan PNS dan pejabat setempat, maka tidak menutup kemungkinan anggota DPRD NTB pun bisa jadi juga mengidap penyakit HIV/AIDS.

“Kalau ada ide anggota DPRD di tes HIV/AIDS dan itu memenuhi harapan masyarakat banyak. Kenapa tidak dilakukan tes. Justru itu bagus dan kita menantang agar dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada anggota DPRD NTB,” jelasnya.

Meski demikian, politisi PPP ini, mengatakan sebelum dilakukan tes HIV/AIDS atau narkoba, ke 65 anggota DPRD NTB sudah melalui beberapa serangkaian uji kesehatan, namun kalau pun ditengah proses perjalanan ada terjangkit HIV/AIDS urusannya lain.

“Kita siap kalau seluruh anggota DPRD NTB diperiksa HIV/AIDS. Kalau itu memenuhi harapan masyarakat banyak,” katanya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) NTB H Soeharmanto mengungkapkan banyak diantara penderita HIV/AIDS di daerah itu berasal dari kalangan pejabat dan PNS.

“Siapa mereka, kita tidak bisa sebutkan identitasnya, termasuk alamat dan dimana mereka menjabat. Karena nanti melanggar,” kata Soeharmanto.

Secara kumulatif jumlah penderita HIV/AIDS di NTB, kata Soeharmanto, dalam kurun waktu 2002 hingga 2015 sebanyak 1.083 orang. Diantara, para penderita dan kasus yang ditemukan KPA NTB merupakan pejabat.

“Jumlah penderita HIV di NTB sebanyak 466 orang dan AIDS 617 orang. Sedangkan, menurut profesinya penderita dari pejabat dan PNS yang terkena HIV 21 orang dan AIDS 26 orang, kemudian dokter, perawat, dan ibu rumah tangga,” terangnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat