KPU Kota Mataram Gelar Rapat Koordinasi Pilkada

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram menggelar rapat koordinasi pemantapan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015.

Rapat pemantapan pemungutan suara tersebut dilaksanakan dengan melibatkan beberapa para pemangku kepentingan yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/12).

Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kota Mataram Bedi Saparwadi yang ditemui di sela rapat koordinasi (rakor) mengatakan, rakor pemantapan ini untuk mengetahui kesiapan penyelenggara pilkada dan pemangku kepentingan dalam menyukseskan pilkada 2015.

“Dengan demikian, kita bisa mengetahui apa yang menjadi kekurangan para pemangku kepentingan untuk menyukseskan tahapan pemungutan suara,” sebutnya.

Komisioner KPU yang biasa dipanggil Bedi ini menyebutkan, beberapa para pemangku kepentingan yang mengikuti rakor tersebut antara lain, jajaran TNI/Polri, Pawaslu Kota Mataram, pimpinan beberapa rumah sakit dan rumah sakit bersalin, kepala lembaga kemasyarakatan (Lapas) Mataram, Bakesbangpol, serta camat dan lurah se-Kota Mataram.

“Peran camat dan lurah ini sangat penting, karena merelah yang nantinya paling membantu kita untuk melaksana proses pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS),” katanya.

Sementara, lanjut Bedi, keterlibatan sejumlah pihak rumah sakit, rumah sakit bersalin dan Lapas Mataram terkait untuk pelayanan di TPS khusus bagi pemilih yang berada di tempat khusus.

“Rumah sakit dan Lapas merupakan tempat khusus sehingga pemilihnya bisa memilih di TPS khusus yang ada di sekitar lokasi tersebut,” katanya.

Selain itu, rakor ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pengamanan yang dilakukan jajaran TNI/Polri serta pengawasan dari Panwaslu Kota Mataram.

Menurut dia, kondisi perpolitikan pilkada ini berbeda dengan kondisi saat pemilu legislatif maupun pemilu Presiden.

“Potensi konflik dalam pilkada lebih panas dibandingkan dengan pemilu legislatif maupun pemilu Presiden, sehingga harus diantisipasi,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan hasil pemaparan para penyelenggara pilkada menyebutkan kesiapannya dalam menyukseskan pilkada 2015 sudah optimal.

Dengan demikian, diharapkan proses pemungutan suara pada 667 unit TPS yang tersebar pada enam kecamatan nanti bisa berjalan lancar dan kondusif sehingga mampu melahirkan pemimpin pilihan rakyat. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat