Seorang Tahanan Melarikan Diri Dari Lapas Mataram

ilustrasi (tempo)
ilustrasi (tempo)

kicknews.today Mataram – Seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang terjerat kasus pencurian kendaraan bermotor, diduga berhasil melarikan diri melalui pintu utama.

Kepala Kantor Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Nusa Tenggara Barat Ir Maruahal Simanjuntak kepada wartawan di Mataram, Senin (30/11), membenarkan terkait kabar kaburnya seorang tahanan Lapas Mataram itu.

“Saya baru dengar laporannya Senin pagi, langsung dari Kalapas Mataram. Informasinya ada seorang tahanan telah berhasil kabur pada Sabtu (28/11) sore,” kata Maruahal yang ditemui di Kanwil Kemenkumham NTB, Senin.

Menurut laporan yang diterima Maruahal, terpidana yang mendapat vonis hukuman dua tahun dan tujuh bulan penjara itu melarikan diri dari Pintu Utama Lapas Mataram.

“Saya tidak tahu persis penyebabnya. Tapi dikabarkan kalau orang (tahanan, red) ini kabur lewat penjagaan petugas pengamanan pintu utama (P2U),” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Mahuaral memerintahkan Kalapas Mataram untuk segera melaporkan ke kepolisian, guna mencari keberadaan si tahanan tersebut. Mengingat, tahanan tersebut telah kabur terhitung sejak Sabtu (28/11) lalu.

“Sesuai prosedurnya, kalau dalam waktu 2×24 jam belum juga ditemukan, maka wajib dilaporkan ke polisi, agar membantu pencarian,” ucapnya.

Terkait aksi melarikan diri ini, Maruahal juga akan memeriksa petugas yang berjaga. “Kita juga akan mencari tahu apa penyebab pasti si tahanan ini bisa kabur. Apakah murni kelalaian petugas, atau ada unsur kesengajaan,” katanya.

Namun, lanjutnya, Maruahal terlebih dahulu memerintahkan petugas Lapas Mataram untuk mencari keberadaan si tahanan ini. “Kita fokus kan dulu untuk mencari dia (tahanan, red), kalau sudah ketemu, baru kita proses petugas yang berjaganya,” ucap Maruahal.

Untuk langkah pemeriksaan petugas yang berjaga saat si tahanan berhasil kabur itu, nantinya akan ditangani oleh tim internal Kanwil Kemenkumham NTB, khususnya dari Divisi Pemasyarakatan.

“Di pintu utama kan sudah ada terpasang CCTV, bisa kita cek lewat sana, bagaimana sampai tahanan ini bisa kabur. Nanti ada tim internal kami yang akan menangani itu,” ujar dia.

Kalau pun, katanya, terbukti ada faktor kesengajaan dari petugas P2U membantu tahanan melarikan diri. Maka, pihaknya tidak segan akan memberikan sanksi, sesuai dengan hukum disiplin yang diterapkan di Kemenkumham.

“Kalau terbukti ada keterlibatan petugas di sana (Lapas Mataram, red), kita akan kenakan sanksi disiplin. Itu kan sudah ada aturannya,” kata Maruahal. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat