Gubernur Pertanyakan Sisa Tujuh Persen Divestasi Saham Newmont

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi mempertanyakan sisa tujuh persen divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara, menyusul rencana pengusaha nasional Arifin Panigoro yang ingin mengakuisisi 76 persen kepemilikan saham perusahaan tambang asal Amerika itu.

“Kita sebetulnya agak bingung juga, apakah 76 persen saham di luar 24 persen saham yang sudah dimiliki konsorsium pemerintah daerah itu, diantaranya termasuk sisa tujuh persen dari proses divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) atau seperti apa,” kata Gubernur Zainul Majdi di Mataram, Senin (30/11).

Menurut Gubernur, yang diperlukan saat ini adalah kejelasan terkait proses divestasi tujuh persen saham yang ditawarkan kepada pemerintah. Karena, apabila ternyata pemerintah pusat melepas divestasi saham tersebut, maka pemerintah daerah bisa mendapatkan saham itu.

“Menurut saya, yang perlu diklearkan dulu itu, adalah soal tujuh persen dari proses divestasi saham Newmont. Adapun sisa dari saham itu, mau dibeli oleh siapa, silahkan itu bisnis to bisnis,” katanya.

Orang nomor satu di NTB itu, mengaku sangat senang jika ada pengusaha nasional yang ingin membeli kepemilikan saham Newmont. Karena, dengan begitu daerah akan lebih lancar berkomunikasi. Namun, terpenting saat ini, kata dia, bagaimana kemanfaatan dari keberadaan Newmont untuk masyarakat NTB.

“Silahkan saja kalau ada pengusaha nasional mau membeli, kita sangat senang. Karena dengan demikian, daerah juga bisa lebih lancar berkomunikasi. Tetapi bagi daerah saat ini kejelasan tujuh persen yang merupakan bagian dari proses divestasi saham Newmont,” jelasnya.

Kendati demikian, gubernur sekali lagi mengingatkan kepada pemerintah pusat persoalan tujuh persen saham Newmont tersebut.

“Perlu saya ingatkan, apakah pusat melepasnya begitu saja atau bagaimana. Karena kalau melepasnya kenapa tidak ditawarkan dulu ke BUMN, seperti PT Antam. Namun, saya juga tidak pernah tahu, apakah proses itu pernah dilewati pemerintah pusat atau seperti apa,” ujarnya. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat