Astaga!? Penderita HIV/AIDS Di NTB Adalah Pejabat

ilustrasi - Saatnya Semua Bertindak, STOP AIDS (net)
ilustrasi – Saatnya Kita Bertindak, STOP AIDS (net)

 

kicknews.today Mataram – Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Nusa Tenggara Barat, H Soeharmanto mengungkapkan banyak di antara penderita HIV/AIDS di daerah itu berasal dari kalangan pejabat.

“Siapa mereka, kita tidak bisa sebutkan identitasnya, termasuk alamat dan dimana mereka menjabat. Karena nanti melanggar,” kata Soeharmanto di Mataram, Senin (30/11).

Ia menjelaskan, secara kumulatif jumlah penderita HIV/AIDS di NTB dalam kurun waktu 2002 hingga 2015 sebanyak 1.083 orang. Diantara, para penderita dan kasus yang ditemukan KPA NTB salah satu diantaranya adalah pejabat.

“Penderita HIV/AIDS itu ada dari PNS, pejabat, dokter, perawat, dan ibu rumah tangga. Jadi semua kalangan terkena penyakit ini,” terangnya.

Menurutnya, fenomena penyakit HIV/AIDS ini, ibarat gunung es. Sebab, data yang dihimpun KPA NTB, kasus tersebut bukan hanya terjadi di tahun 2015 saja. Melainkan, data itu terhitung sejak tahun 2002 lalu. Dimana, jumlah penderita HIV sebanyak 466 orang dan AIDS sebanyak 617 orang.

Untuk NTB, kata dia, penderita penyakit ini merata terjadi di kabupaten/kota. Jumlah terbanyak di kota Mataram, selanjutnya kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Lombok Utara, Bima, kota Bima, dan terendah di kabupaten Dompu.

Kata dia, jika melihat dari kelompok umur, didominasi kalangan produktif yakni mulai dari umur 25-40 tahun. Sedangkan melihat dari profesi, menduduki urutan pertama untuk kategori AIDS adalah kalangan wiraswasta sebanyak 146 orang dan HIV sebanyak 89 orang. Kemudian, kalangan Ibu Rumah Tangga HIV sebanyak 78 orang, sedangkan AIDS 113 orang.

“Kalangan IRT akibat heteroseksual yang kemungkinan ditularkan dari suami,” katanya.

Sementara, untuk profesi lain seperti kalangan PNS, penderita HIV sebanyak 21 orang, AIDS sendiri tercatat 26 orang. Sedangkan, kalau melihat berdasarkan faktor risiko, untuk heteroseksual (gonta-ganti pasangan) sebanyak 728 orang atau 67,22 persen. Sedangkan faktor homoseksual sebanyak 102, dalam persentase 9,42.

“Dari data kita, Pulau Lombok masih mendominasi peningkatan kasus dan penderita dibanding di Pulau Sumbawa,” tandasnya.

Lebih lanjut, dari jumlah itu, penderita yang sudah meninggal dunia sebanyak 242 orang atau 39,2 persen.

“Kalau melihat estimasi penderita HIV/AIDS di NTB kita perkirakan sebanyak 3.000 orang. Akan tetapi yang sudah terdeteksi sebanyak 1083 orang,” sebut Soeharmanto.

Untuk mencegah penderita ini di NTB, ia mengatakan pihaknya menyediakan pelayanan konseling VCT di masing-masing kabupaten/kota, dengan harapan masyarakat bisa periksa diri demi mengetahui apakah positif atau tidak dari penyakit mematikan itu.

“Sebagai antisipasi, kami juga gencar menggelar sosialisasi terutama kalangan pelajar. Rencananya, kita akan undang 4.000 kalangan pelajar di tahun 2016,” kata dia. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat