BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pemkot Mataram Siagakan Aparat Cegah Bentrok Antarkampung

Aparat kepolisian polda NTB bersiaga di lokasi bentrok antarkampung Taliwang-monjok (kicknews)
Aparat kepolisian polda NTB bersiaga di lokasi bentrok antarkampung Taliwang-monjok (kicknews)

 

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram telah menyiagakan aparat dari TNI/Polri untuk mencegah bentrok antarkampung yang kembali terjadi antara warga Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara dengan warga Monjok Kecamatan Selaparang, Kamis (26/11) malam.

“Saat ini aparat dari TNI/Polri sudah membuat posko di lokasi, guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan,” kata Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Perselisihan dua kampung itu dimulai pada Senin (23/11) petang dipicu oleh keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di wilayah Monjok yang dinilai mengganggu aktivitas warga sekitar.

Menurut tokoh masyarakat Monjok, Jalaludin Arzaki kesalahpahaman tersebut terjadi akibat kurangnya komunikasi antara para tokoh kedua wilayah.

Keberadaan TPS yang telah sejak awal dihajatkan untuk kepentingan bersama namun minim koordinasi sehingga memicu aksi perusakan oleh warga Monjok.

Aksi perusakan itupun disambut oleh warga Karang Taliwang dengan merobohkan tembok kuburan yang menjadi tempat pemakaman warga Monjok yang diklaim masih berada di wilayah Monjok.

Tetapi, kedua belah pihak sudah menyatakan sepakat berdamai di Kantor Wali Kota Mataram pada Selasa (24/11), dan pemerintah kota menyatakan siap untuk membuat TPS yang lebih representatif di atas lahan pemerintah kota.

Termasuk untuk pembangunan tembok kuburan, yang rusak akibat bentrok tersebut, pemerintah kota akan memperbaikinya.

tembok kuburan yang roboh akibat bentrok antarkampung (kicknews)
tembok kuburan yang roboh akibat bentrok antarkampung (kicknews)

Akan tetapi, lanjut Selly, pihaknya sangat menyayangkan, setelah adanya perjanjian damai itu bentrok kembali terjadi antarpemuda kedua kampung.

“Dalam hal ini, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar juga sangat penting selain penjagaan dari aparat kepolisian dan tim terpadu pemerintah kota,” sebutnya.

Apalagi, Karang Taliwang merupakan pusat kuliner khas Kota Mataram yang terkenal dengan masakan “Ayam Taliwang dan pelecing kangkung”.

“Jika masyarakat terus-terusan bentrok, yang rugi tentu masyarakat juga karena wisatawan dan tamu-tamu enggan berkunjung ke Karang Taliwang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Selly mengimbau pemuda dan masyarakat di dua kampung tersebut, untuk sama-sama menjaga kebersamaan dan kondusivitas daerah agar Kota Mataram tetap menjadi daerah yang nyaman untuk ditempati dan dikunjungi.

Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menambahkan, dengan adanya penjagaan ketat dari aparat kepolisian itu, kondisi di dua kampung tersebut saat ini sudah kondusif.

“Penyelesaiannya saat ini masih ditangani oleh camat dan lurah setempat untuk mendalami permasalahan yang memicu perselisian dua kampung itu agar dapat ditindaklanjuti,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Polisi Diminta Perbanyak Razia Siswa yang Bawa Motor ke Sekolah

  Mataram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat meminta polisi mengintensifkan razia siswa ...