BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kapolda Minta Pertikaian Antarkampung Diselesaikan Secara Damai

Persoalan ini dampak dari otonomi daerah, pemisahan dua kampung yang saling klaim wilayah perbatasan (kicknews)
Persoalan ini dampak dari otonomi daerah, pemisahan dua kampung yang saling klaim wilayah perbatasan (kicknews)

 

kicknews.today Mataram – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol Umar Septono meminta pertikaian yang terjadi antara kampung Monjok dengan Karang Taliwang dapat diselesaikan secara damai.

“Saya meminta ketegangan yang terjadi antarkampung ini diselesaikan secara damai. Jangan ada lagi bentrokan atau pertikaian,” kata Brigjen Pol Umar Septono kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Permasalahan yang muncul, lanjutnya, sebaiknya diselesaikan dengan pikiran sehat, bukan emosional, karena emosi hanya akan menjadi akar permusuhan atau menambah ketegangan.

“Jangan cepat mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang sengaja memancing emosi kita. Alangkah baiknya berdamai dan selesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,” ucapnya.

Menurut laporan yang diperolehnya, bentrokan yang dipicu kesalahpahaman itu terjadi antarkampung yang saling bertetangga. Persoalannya, terkait dengan perbatasan antarkampung.

“Persoalan ini dampak dari otonomi daerah, pemisahan dua kampung yang saling klaim wilayah perbatasan,” ujarnya.

Terkait hal itu, Umar Septono mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi kedua kampung belum menemukan “titik terang”. Dua kali bermusyawarah, namun berujung pada bentrokan antarwarga.

“Belum ada solusi yang tepat, masih ada api dalam sekam. Sudah dilakukan musyawarah, tapi belum ada penyelesaian,” katanya.

Umar Septono memerintahan anggotanya untuk tetap memberikan pengamanan di sekitar kawasan perbatasan antarkampung. “Anggota kami dari Polda maupun Polres masih berada di lapangan. Ada juga dukungan dari anggota TNI,” ujarnya.

Saat disinggung penegakan hukumnya, Umar Septono mengungkapkan bahwa pihaknya tetap akan melakukan upaya tersebut. Namun, saat ini polisi mengupayakan agar kedua kampung saling berdamai.

“Penegakan hukum tetap dilakukan, tapi kita lihat dulu perkembangannya,” ucap Umar Septono.

Dari hasil pantauan di lapangan, bentrokan antarkampung tersebut terjadi di area persawahan, tepatnya di lokasi perbatasan dua kampung yang saling bertetangga itu.

Dalam bentrokannya, kedua kubu saling melengkapi dirinya dengan senjata tajam, seperti parang, tombak, bahkan senapan angin. Akibatnya, dalam bentrokan tersebut, salah seorang warga dikabarkan mengalami luka parah terkena senjata tajam.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Oknum Hakim Nakal di Mataram dapat Sanksi dari Mahkamah Agung

  Mataram – Seorang hakim yang bertugas di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat, menerima sanksi ...