Kajati NTB Percepat Berkas Tersangka Korupsi Proyek Perbaikan Anjungan NTB di TMII

TMII (net)
TMII (net)

 

kicknews.today Mataram – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat mempercepat pemberkasan milik dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek perbaikan anjungan NTB di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

“Masih ada dua tersangka. Berkasnya saat ini masih dalam tahap perampungan,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB I Made Sutapa kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Berkas milik dua tersangka itu masing-masing BZF, Kepala Kantor Penghubungan NTB, dan PKS dari pihak rekanan pembangunan anjungan NTB di Jakarta.

Dikatakannya, konsentrasi pemberkasan dilakukan setelah kejaksaan secara resmi melakukan eksekusi penahanan terhadap terpidana yang sudah lebih dulu disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram.

Nina Fitriati, terpidana yang lebih dulu berkasnya disidangkan oleh Pengadilan Negeri Mataram sudah divonis hukuman satu tahun penjara dan denda Rp50 juta dengan subsidair dua bulan kurungan.

Diketahui, Nina Fitriati dalam proyek perbaikan anjungan di TMII Jakarta ini berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Dalam penanganan kasusnya, Nina awalnya ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan BZF.

Terkait hal itu, Kejati NTB tidak ingin tergesa-gesa dalam menangani perkara. Dalam perkara ini pihak kejaksaan sebelumnya menunggu sidang Nina Fitriati hingga tuntas, baru kemudian melanjutkan pelimpahan berkas milik BZF.

“Itu bagian strategi kami, jadi sebenarnya bukan terkesan lamban, tapi kami berupaya menyelesaikan satu persatu. Setelah Nina, rencananya kami akan limpahkan berkas tersangka BZF,” ujar Sutapa.

Untuk perkembangannya, Sutapa mengaku pihaknya tidak menghadapi kendala apapun dalam tahap pemberkasan tersangka BZF. Karena, para saksi maupun tersangka cukup kooperatif.

“Tersangka dan saksi cukup kooperatif dalam kasus ini. Penyidik sebelumnya juga sudah memeriksa mereka dalam tahap penyidikan. Jika masih ada yang dibutuhkan, kami akan panggil dan periksa kembali,” ucapnya.

Kemudian, untuk berkas perkara milik PKS, tersangka tambahan yang muncul setelah pihak kejaksaan mendapat fakta terbaru dalam persidangan Nina Fitriati itu. Namun masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

“Saksi-saksi sedang diperiksa. Sedangkan, untuk tersangka baru, penyidik sedang membuat agenda pemeriksaannya,” kata Sutapa.

Diakuinya, PKS sebelum ditetapkan sebagai tersangka sudah pernah memberikan keterangan. Namun, saat itu kapasitasnya masih sebagai saksi dua tersangka terdahulu, yakni BZF dan Nina Fitriati.

Meski sudah diperiksa, Sutapa menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mengagendakan pemanggilan PKS, namun kali ini statusnya sebagai tersangka. “Pastinya dia akan diperiksa lagi. Tapi kapan itu, belum ada informasi dari penyidik,” ucapnya.

Proyek perbaikan anjungan NTB di TMII Jakarta diketahui menggunakan anggaran APBD Provinsi NTB tahun 2013. Anggaran yang nilainya mencapai Rp600 juta lebih itu diperuntukkan bagi pembangunan tiga item pekerjaan, antara lain areal parkir, panggung, dan “landscape”. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat