BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Mali Menangkap Dua Orang Terkait Serangan Di Hotel

Hotel Radisson Blu di Bamako, Mali. lokasi serangan yang menewaskan 20 orang (net)
Hotel Radisson Blu di Bamako, Mali. lokasi serangan yang menewaskan 20 orang (net)

kicknews.today Bamako, Mali – Kementerian Keamanan Mali menangkap dua orang yang diduga terkait dengan serangan ke hotel mewah di ibu kota negara itu yang menewaskan 20 orang, kata pejabat kementerian, Kamis.

Sedikitnya dua orang bersenjata menyerbu hotel Radisson Blu di Bamako, Jumat (20/11), dalam sebuah serangan fajar, menewaskan di antaranya enam warga Rusia, tiga warga Tiongkok, dan seorang warga, sebagai serangan kelompok jihad terburuk di negara Afrika Barat dalam beberapa tahun.

Pengepungan berakhir beberapa jam kemudian ketika komando Mali menyerbu hotel dan membebaskan 170 sandera. Dua penyerang tewas.

“Terdapat dua tersangka yang tertangkap,” kata juru bicara Kementerian Keamanan Mali, Amadou Sangho.

Kedua pelaku penyerangan hotel tersebut belum teridentifikasi. Tiga anggota kelompok milisi Islam mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang narasumber yang dekat dengan pihak penyelidik mengatakan bahwa tersangka diamankan untuk dimintai keterangan, berdasarkan informasi yang ditemukan dari salah satu telepon seluler milik para penyerang.

Salah seorang dari pelaku penyerangan secara teratur menjalin komunukasi sejak bulan Agustus, sedangan pelaku yang lain mengirimkan kredit telepon kepada seorang pelaku, kata pejabat tersebut.

Sebelumnya Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dengan keras mengutuk serangan oleh tersangka gerilyawan terhadap Radisson Blu Hotel di Bamako, Ibu Kota Mali, dan penyanderaan penghuninya.

Organisasi tersebut juga memuji pemerintah Mali karena reaksi cepatnya dalam mengakhiri serangan.

Di dalam satu pernyataan, Sekretaris Jenderal PIC Iyad Ameen Madani menggambarkan kekerasan itu yang dilancarkan terhadap orang yang tak bersalah sehingga menewaskan tak kurang dari 27 orang sebagai aksi teror.

Ia menyatakan serangan tersebut hanya dapat dilancarkan oleh musuh perdamaian, demikian laporan IINA.

Perbuatan itu, kata IINA, dengan jelas bertujuan merusak kestabilan di Mali dan menghancurkan proses perdamaian setelah penandatanganan Kesepakatan Perdamaian dan Perujukan pada 20 Juni antara pemerintah dan gerakan bersenjata di bagian utara negeri tersebut.

Madani kembali menyampaikan komitmen OIC untuk terus mendukung semua pihak yang menjadi penandatangan kesepatan itu bagi penerapan segeranya sebagai cara mengucilkan kelompok teror.

Saat menyampaikan bekasungawa dan simpati tulusnya kepada rakyat dan pemerintah Mali serta keluarga korban, Madani menyeru semua rakyat Mali agar bergabung untuk mendukung pemerintah dalam upayanya menetralkan aksi teror dan kekerasan, yang berusaha merusak perdamaian, persatuan, perujukan dan kerekatan di negeri itu. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Dua SMA Negeri Baru akan dibangun di Ampenan dan Cakranegara

  Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membangun dua sekolah di Kecamatan Ampenan ...