BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

29 November Hari Solidaritas Untuk Palestina

palestine_children_freedom_victory_sign_flag_resistence_intifada

kicknews.today Jenewa – Untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina, Markas Besar PBB di Jenewa (UNOG) akan mengadakan pertemuan khusus di Palais des Nations pada 30 November, kata badan PBB itu pada Rabu (25/11).

Michael Moller, Direktur Jenderal UNOG, akan membuka pertemuan itu dengan pidato pembukaan dan membacakan pernyataan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat internasional untuk memusatkan perhatian pada masalah Palestina, kata Xinhua – yang dipantau di Jakarta, Kamis siang. Pertemuan khusus itu diselenggarakan sejalan dengan Resolusi Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 1977.

Mereka yang dijadwalkan berbicara dalam pertemuan khusus itu meliputi wakil dari Komite Pelaksana Hak Rakyat Palestina yang Tak Bisa Dicabut dan Orang Arab Lain di Wilayah Pendudukan.

Wakil dari Negara Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, Gerakan Non-Blok, Uni Afrika dan organisasi non-pemerintah yang diakui di Komite mengenai Pelaksanaan Hak Rakyat Palestina yang Tak Bisa Dicabut juga akan berbicara dalam pertemuan tersebut.

Pada 1977, Sidang Majelis Umum PBB menyerukan dijadikannya 29 November sebagi peringatan tahunan Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina.

Peringatan Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina juga mendorong negara anggota PBB agar terus memberi publikasi dan dukungan terbesar bagi peringatan Hari Solidaritas itu.

Namun di lapangan rakyat Palestina menghadapi tekanan dan desakan dari penguasa Yahudi di Tel Aviv.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (23/11) mengatakan semua kegiatan permukiman tidak sah kolonial Israel “harus dihentikan” dan menyeru masyarakat internasional agar menyediakan perlindungan buat rakyat Palestina selama pendudukan tidak sah itu berlangsung.

“Selama beberapa tahun belakangan, saya telah memperingatkan mengenai konsekuensi sangat besar dari apa yang berlangsung di Jerusalem dan sekitarnya, termasuk pembatasan ketat yang diberlakukan atas rakyat kami, pelanggaran hak budaya, sosial, ekonomi, politik dan sipil mereka, dan upaya untuk mengubah identitas, ciri khas sejarah dan demografis Jerusalem,” kata Abbas di dalam satu pernyataan untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina -yang jatuh pada 29 November.

“Semua kegiatan permukiman tidak sah kolonial Israel harus dihentikan,” kata Abbas. “Semua tindakan dan perbuatan tidak sah Israel bertujuan me-yahudi-kan Jerusalem Timur dan mengubah atau menghilangkan keberadaan orang Palestina Muslim dan Kristen di sana dan identitas Kota Suci harus dihentikan.” Abbas menekankan perdamaian adalah sasaran yang diinginkan, dan mengatakan negaranya terus memberi satu kesempatan setelah kesempatan lain untuk mewujudkan sasaran itu, namun menghadapi kenyataan semua kesempatan perdamaian tersebut tersia-siakan.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Tentara israel Kembali Bunuh Remaja Palestina

  Ramallah, Tepi Barat – Tentara Israel dalam pendudukannya di Tepi Barat menyerang para demonstran ...