BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Penyelundup 2,7 Kilo Shabu Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati

 

Tersangka penyelundup narkoba jenis shabu saat dibawa petugas Bea & Cukai
Tersangka penyelundup narkoba jenis shabu saat dibawa petugas Bea & Cukai (kicknews)

kicknews.today Mataram – Muhammad Ali (26), tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2,7 kilogram asal Malaysia yang digagalkan Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) di Bandara Internasional Lombok, terancam hukuman mati.

“Dalam Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika sudah disebutkan, ancaman paling beratnya hukuman mati. Apalagi, Pemerintah RI sudah tidak memberlakukan lagi moratorium bagi hukuman mati,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah NTB Kombes Pol Agus Sardjito di Mataram, Rabu (25/11).

Diketahui, Ali tertangkap basah saat mendarat di BIL. Dalam tas kopernya, ditemukan narkotika jenis sabu yang dikemas rapi dalam empat plastik hitam dengan pelindung kertas karbon dan sejumlah koran bekas.

Ali yang tercatat sebagai warga Aceh itu berangkat dari Malaysia menuju Lombok menggunakan maskapai penerbangan Air Asia AK 306. Berawal dari kecurigaan petugas keamanan di bandara, barang bawaannya kemudian diperiksa dan ditemukan barang haram tersebut.

Kembali ke ancaman hukumannya, Agus menegaskan bahwa itu semuanya ada di tangan majelis hakim pengadilan nantinya. “Ancaman paling beratnya hukuman mati, tapi kita lihat sejauh mana keberanian pengadilan mengambil keputusan,” ujarnya.

Apalagi, ditambah dengan adanya pernyataan langsung dari Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberlakukan moratorium untuk hukuman mati.

Sejauh ini, lanjut Agus, penanganan kasusnya sudah masuk tahap pemberkasan. Bahkan, sebelumnya berkas perkara yang dipegang oleh Ditresnarkoba Polda NTB itu sudah pernah dilayangkan ke tangan jaksa peneliti Kejati NTB.

Namun pada perkembangannya, jaksa peneliti mengembalikan berkas milik Ali alias P19, karena dinilai masih ada materi yang harus dilengkapi penyidik Ditreskrimsus Polda NTB.

“Ini bagian dari tantangan kami, berkasnya kemarin dikembalikan, karena masih ada materi yang perlu ditambah. Mungkin dalam waktu dekat, berkasnya akan kami limpahkan lagi. Semoga segera dinyatakan lengkap,” kata Agus.

Lebih lanjut tersiar kabar bahwa tersangka tidak mengetahui kalau barang haram itu ada di dalam tas koper bawaannya. Melainkan, diakuinya bahwa tas koper berwarna hijau muda itu milik pamannya yang berdomisili di Aceh, dan Ali yang hendak berlibur ke Lombok, diberi pinjam untuk menggunakannya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dua Pekan 67 Tersangka Narkoba Diringkus Polda NTB, Setengahnya “Pemain Lama”

  kicknews.today – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dengan seluruh jajarannya berhasil mengungkap 43 kasus ...