Kejaksaan NTB Tahan Mantan Ajudan Wabup Lombok Barat

Kejaksaan Tinggi NTB (net)
Kejaksaan Tinggi NTB (net)

 

kicknews.today Mataram – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat menahan LFA, mantan ajudan Wakil Bupati Lombok Barat terkait dengan penanganan kasus dugaan penyelewenangan anggaran dalam surat perintah perjalanan dinas.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati NTB I Made Sutapa di Mataram, Rabu, menerangkan penahan dilakukan berdasarkan perkembangan penanganan kasus tersebut yang kini telah masuk tahap kedua, yakni penyerahan tersangka dan alat bukti.

“Tahap duanya sudah kita laksanakan dengan melimpahkan ke tangan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mataram,” katanya.

Kini, katanya, JPU Kejari Mataram bertugas menindaklanjuti ke tahap selanjutnya, yakni melakukan pemberkasan.

“Jadi tinggal menunggu pelimpahan ke pengadilan, itu tugasnya JPU,” ucapnya.

Dia mengatakan untuk penangguhan penahanan tersangka ada di tangan JPU Kejari Mataram.

“Keputusan untuk memberikan penangguhan penahanan itu bagian dari kebijakan JPU Kejari Mataram,” ujar Sutapa.

Penasihat hukum LFA, Muspi, mengatakan bahwa kliennya sudah mengajukan kepada Kejari Mataram untuk penangguhan penahanan agar diberikan kelonggaran menjadi tahanan kota.

“Kita sudah upayakan penangguhan penahanannya, yang jelas itu keputusannya ada di JPU,” katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam kasus itu, LFA tidak memilik peran yang begitu aktif melainkan berbuat salah karena perintah atasan, yakni H. Mahrip saat menjabat sebagai Wabup Lombok Barat periode 2009-2014.

“Tanda tangannya itu bentuk loyalitasnya kepada atasan. itu saja yang dilakukannya,” ujar Muspi.

Dalam kasus itu, LFA ditetapkan sebagai tersangka tambahan, setelah JPU mendapat fakta baru dalam persidangan Mahrip. Dalam persidangan itu, Mahrip menyebutkan bahwa LFA juga ikut berperan dalam penyelewengan anggaran SPPD.

Atas perbuatannya, Mahrip mendapat vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram selama satu tahun penjara dan diharuskan membayar uang kerugian negara yang jumlahnya mencapai Rp431.675.000. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat