BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Wartawan Dipolisikan Dirut PD Terminal Makassar

ilustrasi - terminal daya makassar (net)
ilustrasi – terminal daya makassar (net)

 

kicknews.today Makassar – Dirut PD Perusahaan Terminal Makassar Hakim Syahrani melaporkan salah satu wartawan terkait pemberitaan seputar dugaan pungutan liar yang dituliskan pada media online 18 November 2015.

“Saya tidak terima diberitakan melakukan pungutan liar pada fasilitas MCK di musholah Terminal Regional Daya, itu semua tidak benar,” kata Hakim Syahrani kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Dalam laporan polisi tersebut tentang pencemaran nama baik secara tertulis atau “Hate Speech” dengan menyebar kebencian resmi dilaporkannya di Polrestabes Makassar sebagai bentuk pelanggaran hukum.

Hakim menyebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Makassar nomor 143/900/kep/VII/2015 tentang pengesahan Keputusan Direksi Perusda Terminal Makassar terkait dengan tarif dan jasa pelayanan pemanfatan fasilitas terminal, sudah sesuai prosedur.

“Saya merasa terhina diberitakan seperti itu bahwa masuk musholah bayar, semua yang diberitakan itu tidak benar, memang ada kenaikan tarif tapi tidak dibebankan orang wudhu dan shalat di musholah bayar,” ujarnya.

Sementara Sekertaris Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel Hendra Nick Arthur menyesalkan langkah Dirut Terminal yang melaporkan jurnalis ke polisi hanya gara-gara pemberitaan yang dianggap tidak sesuai apalagi bohong.

“Harusnya dia (Hakim) mengklarifikasi dulu dengan hak jawab sesuai dengan aturan main dalam produk jurnalistik. Tidak mesti melaporkan masalah itu ke polisi karena akan memperlebar masalah,” katanya.

Kendati adanya kesalahan dalam pemberitaan tentu punya mekanisme sendiri, sebab wartawan dalam menjalankan tugasnya itu dilindungi Undang-undang Pers tahun 1999.

“Bila memang berita itu bohong harus diklarifikasi yang sebenarnya dan meminta hak jawab itulah yang digunakan, bukannya melaporkan hal itu ke polisi seolah-olah kriminal, ingat wartawan itu dilindungi Undang-undang,” tegasnya.

Sebelumnya, salah satu jurnalis media online lokal, Asrul, memberitakan tentang pengutan liar perusahaan terminal setempat saat aksi puluhan orang tergabung dalam Lembaga Persatuan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Makassar di Balai Kota.

Hal ini kemudian menjadi pemberitaan berdasarkan komentar para pendemo yang melaporkan temuan adanya pungutan liar dan bayaran masuk musholah, mengingat posisi MCK tersebut bersebelahan dengan tempat wudhu musholah tersebut, sehingga bila orang masuk akan dikenakan retribusi. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Pesawat Carter Rute Korsel-Lombok Siap Operasi Bulan Agustus

  Mataram – Nama Lombok sudah tak asing lagi di telinga Negara Korea Selatan. Beberapa ...