BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

PLN NTB Wajibkan Pelanggan Industri Miliki Generator

generator (net)
generator (net)

 

kicknews.today Mataram – Perseroan Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Barat mewajibkan calon pelanggan industri memiliki generator jika ingin memperoleh pasokan energi listrik secara berlangganan.

Deputi Manager Hukum dan Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NTB Amrullah, di Mataram, Jumat, mengatakan kewajiban menyediakan generator tersebut tertuang dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL) yang ditandatangani calon pelanggan industri.

“Jadi industri yang mau jadi calon pelanggan harus menyediakan generator dengan daya terpasang sebesar daya yang diminta dari PLN. Kebijakan ini sudah berlaku nasional,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak akan melayani pemasangan kilo watt hour (kWh) bagi calon pelanggan industri tersebut jika belum mampu menyediakan generator seperti yang diinginkan.

“Kami akan survei dulu ke lapangan memastikan apakah generator itu sudah ada atau belum, kalau belum kami tidak akan mau memasang kWh,” ujarnya.

Generator itu, kata dia, diperlukan sebagai penyedia energi listrik untuk menunjang operasional usaha pelanggan ketika PLN tidak mampu menyuplai energi listrik secara penuh kepada seluruh pelanggan pada saat beban puncak atau malam hari.

Sebab, kondisi mesin pembangkit listrik yang ada saat ini sering mengalami gangguan, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, di Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga terkadang mengganggu sistem jaringan interkoneksi Lombok, sehingga terjadi pemadaman secara tiba-tiba, baik pada siang maupun malam hari.

Amrullah menyebutkan, energi listrik yang dibutuhkan pada saat beban buncak mencapai 206 mega watt, namun karena PLTU Jeranjang Unit III dengan daya terpasang 1 x 25 MW, mengalami gangguan pada “circuit breaker”, terjadi defisit energi sebesar 45 MW.

“Makanya kenapa kami mewajibkan pelangan industri, seperti pusat perbelanjaan dan hotel menyediakan generator, agar mereka bisa mempersiapkan diri keluar dari sistem mulai pukul 18.00 – 22.00 WITA, atau ketika terjadi beban puncak. Jadi usahanya tetap jalan,” katanya.

Sementara bagi pelanggan sosial seperti rumah sakit tidak diwajibkan untuk menyediakan generator, namun tetap diimbau menyediakan sebagai langkah antisipasi pemadaman secara tiba-tiba karena masalah teknis. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Selain Pengecer, Polsek Cakra “Sikat” Toko Penjual Kembang Api

  Mataram – Guna menciptakan situasi tertib dan kondusif di bulan suci Ramadan, pedagang dan ...