BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Mantan Kajari Lombok Tengah Dipindahkan Ke Lapas Sukamiskin

mantan kajari lombok tengah - NTB (net)
mantan kajari lombok tengah – NTB (net)

 

kicknews.today Mataram – Subri, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, yang menjadi terpidana korupsi akibat tersandung kasus penyuapan, resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

Kepala Lapas Mataram melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Mataram Purniwal kepada wartawan, Jumat, membenarkan bahwa jaksa Subri yang terlibat kasus suap dengan pengusaha Lusita Anie Razak itu menjalani vonis hukumannya di Lapas Sukamiskin.

“Kami limpahkan pada Rabu (18/11) pagi, melalui jalur udara,” kata Purniwal.

Pemindahannya ke Bandung mendapat pengawalan beberapa petugas Lapas Mataram. “Sampai ke Bandara Internasional Lombok (BIL), petugas kami didampingi beberapa anggota kepolisian,” ujarnya.

Selanjutnya, petugas Lapas Mataram turut mengantarkannya hingga sampai ke Lapas Sukamiskin karena ada berita acara yang harus ditandatangani oleh pengantar dari Mataram.

Dikatakannya, pemindahan jaksa Subri dilaksanakan karena melihat daya tampung Lapas Mataram yang sudah melebihi kapasitasnya. “Lapas Mataram ‘over capacity’, jadi untuk mengurangi tahanan, sebagian dipindah,” ucapnya.

Jaksa Subri divonis 10 tahun penjara dan denda Rp250 juta, subsider enam bulan penjara. Putusan itu dibacakan hakim Pengadilan Tipikor Mataram pada akhir Juni 2014.

Vonis hukuman yang diputuskan Pengadilan Tipikor Mataram lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni 12 tahun penjara dan denda Rp250 juta, subsidair enam bulan kurungan.

Dalam kasus ini, jaksa Subri terbukti terlibat dalam pengaturan kasus Along jilid I dan percepatan penahanan kasus Aling di jilid II. Jaksa Subri terbutkti menerima uang Rp25 juta dari Nurjanah, untuk membiayai aksi demonstrasi penangguhan penahanan Along.

Jaksa Subri juga terbukti menerima hadiah berupa telepon genggam merek Samsung dan uang 8.200 dolar AS.

Uang tersebut diberikan oleh Lusita Anie Razak untuk kepengurusan sengketa lahan milik PT Pantai Aan di Kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah.

Selain itu, terdakwa juga terbukti menerima janji berupa jabatan promosi sebagai Aspidum di Banten atau Lampung melalui seorang tokoh berinisial BWS. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Peneliti Unram dan UGM Temukan Pakan Penurun Kadar Kolestrol Daging Sapi

  Jakarta – Para peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan ...